Harga Batubara Lemah Mengikuti Merosotnya Harga Minyak Dunia

213

Pada akhir perdagangan Kamis dini hari tadi (12/11), harga batubara Rotterdam kembali mengalami penurunan. Penurunan harga minyak membuat pasar batubara juga melemah.

Harga minyak pada penutupan Kamis dinihari tadi (12/11) kembali retreat di tengah kekuatiran data dari pemerintah AS diperkirakan menghasilkan peningkatan persediaan minyak dalam tujuh minggu ini.

Harga minyak berjangka WTI untuk kontrak bulan Desember ditutup turun 2,9 persen, pada 42,93 dollar per barel. Sementara harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun $ 1,60, atau 3,4 persen, pada 45,80 dollar per barel, mendekati level terendah sejak Brent menyentuh 43,70 dollar per barel pada 27 Agustus.

Merespon penurunan harga minyak tersebut, di akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Desember berada di posisi 51,05 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar 0,05 dollar atau setara dengan 0,1 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan Desember 2015 ditransaksikan pada posisi 36,60 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah. Melemahnya harga komoditas ini diperkirakan akan berlangsung terus akibat permintaan global yang masih sangat lemah.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 50,60 dollar dan support kedua di level 50,20 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 51,40 dollar dan 51,80 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here