Harga Timah Kembali Menguat Pengaruh Regulasi Ekspor

212

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau naik signifikan pada Kamis (11/11). Harga timah yang pada perdagangan sebelumnya naik, terus mengalami penguatan.

Kenaikan harga timah masih terpengaruh dengan regulasi ekspor Indonesia, sebagai negara produsen timah terbesar di dunia. Hingga saat ini harga masih bertahan dalam trend bullish tersebut.

Salah satu yang memicu kenaikan adalah potensi penurunan stok global yang disebabkan oleh regulasi ekspor timah di Indonesia. Regulasi pemerintah Indonesia menyatakan pembatasan jenis timah yang diekspor harus melalui proses Clear and Clear (CnC). Para eksportir timah diwajibkan memiliki sertifikat CnC yang bertujuan untuk menjamin ketelusuran asal barang.

Pemerintah juga akan mengeluarkan izin usaha bagi banyak smelter sehingga ekspor diperkirakan akan pulih, namun pembatasan eksor lebih lanjut pada tanggal 1 November yang memaksa setiap smelter yang akan melakukan eskpor harus membuktikan bahwa mereka telah membayar royalti dan pajak atas pengiriman, maka hal ini diperkirakan dapat mengganggu proses pengiriman yang akhirnya memperlambat jumlah yang diekspor.

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau mengalami kenaikan hari ini. Harga logam industri ini diperdagangkan pada posisi 14.900 dollar per ton, naik 150 dollar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga timah Malaysia pada perdagangan selanjutnya untuk jangka pendek akan menghadapi level resistance kuat di posisi 15.150 dollar dan 15.300 dollar. Akan tetapi jika terjadi retreat dan melemah, harga tembaga akan menghadapi level support di 14.800 dollar dan 14.700 dollar.

 

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here