Harga Timah Turun Pengaruh Aksi Ambil Untung

210

Harga timah di bursa Malaysia bebralik retreat pada perdagangan Jumat ini (13/11). Kenaikan harga timah dimanfaatkan oleh pelaku pasar. Selama dua hari berturut-turut harga timah mengalami penguatan. Aksi ambil untung mulai mendominasi perdagangan.

Selama dua hari berturut-turut harga timah mengalami penguatan didorong oleh regulasi ekspor timah. Salah satu yang memicu kenaikan adalah potensi penurunan stok global yang disebabkan oleh regulasi ekspor timah di Indonesia. Regulasi pemerintah Indonesia menyatakan pembatasan jenis timah yang diekspor harus melalui proses Clear and Clear (CnC). Para eksportir timah diwajibkan memiliki sertifikat CnC yang bertujuan untuk menjamin ketelusuran asal barang.

Pemerintah juga akan mengeluarkan izin usaha bagi banyak smelter sehingga ekspor diperkirakan akan pulih, namun pembatasan eksor lebih lanjut pada tanggal 1 November yang memaksa setiap smelter yang akan melakukan eskpor harus membuktikan bahwa mereka telah membayar royalti dan pajak atas pengiriman, maka hal ini diperkirakan dapat mengganggu proses pengiriman yang akhirnya memperlambat jumlah yang diekspor.

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau mengalami penurunan terbatas siang ini. Harga logam industri ini diperdagangkan pada posisi 14.760 dollar per ton, turun sebesar 140 dollar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga timah Malaysia pada perdagangan selanjutnya akan dipengaruhi oleh pengetatan produksi eskpor oleh negara-negara penghasil timah.

Diperkirakan harag timah akan berada pada kisaran level support 14.500 dollar dan 14.300 dollar. Akan tetapi jika terjadi rebound kenaikan harga, akan mencoba level resistance di 15.000 dollar dan 15.200 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here