IEA : Persediaan Menuju Rekor 3 Miliar Barrel, Ancaman Bagi Harga Minyak

686

International Energy Agency (IEA) menyatakan persediaan minyak telah membengkak menuju rekor hampir 3 miliar barel karena produksi yang kuat di OPEC dan di tempat lain, berpotensi memperdalam penurunan harga minyak dunia.

Jumlah besar pada catatan pasokan dari Irak, Rusia dan Arab Saudi, bahkan permintaan bahan bakar dunia tumbuh di laju tercepat dalam lima tahun, kata lembaga itu. Namun, IEA memprediksi bahwa pasokan luar Organisasi Negara Pengekspor Minyak akan menurun tahun depan, dimana melalui industri minyak shale AS sejak tahun 1992 menjadi harga minyak yang rendah.

Harga minyak telah turun sekitar 40 persen dalam satu tahun terakhir dimana OPEC mempertahankan pangsa pasarnya terhadap saingan seperti industri minyak shale AS, yang goyah hanya secara bertahap meskipun runtuhnya harga. Persediaan minyak tumbuh karena pertumbuhan pasokan masih berlebih, demikian laporan bulanan 12-anggota kelompok eksportir minyak, Kamis (12/11).

Jumlah persediaan minyak di negara-negara maju meningkat 13,8 juta barel menjadi sekitar 3 miliar pada September, di bulan ketika mereka biasanya menurun, menurut badan tersebut. Laju kenaikan melambat menjadi 1,6 juta barel per hari pada kuartal ketiga, dari 2,3 juta kuartal kedua, meskipun pertumbuhan tetap jauh di atas rata-rata historis. Ada tanda-tanda beberapa depot bahan bakar penyimpanan di belahan timur telah telah terisi penuh, katanya.

Stok solar, digunakan sebagai bahan bakar pemanas di Eropa dan di timur laut AS, berada dalam posisi tinggi lima tahun sekitar 600 juta barel pada akhir Agustus.

Produksi di luar OPEC akan turun 600.000 barel per hari tahun depan, dengan penurunan yang sama di industri minyak serpih AS , kata IEA. IEA perkiraan tahun 2016 untuk pasokan non-OPEC, berada di 57.700.000 barel per hari, adalah 100.000 barel per hari lebih rendah dari laporan bulan lalu.

Pasokan dari OPEC sedikit berubah bulan lalu di 31.760.000 barel per hari karena penurunan di Irak dan Kuwait mengalahkan keuntungan di Libya, Arab Saudi dan Nigeria, menurut laporan tersebut.

Menteri OPEC akan bertemu pada 4 Desember di Wina untuk meninjau kebijakan mereka saat ini.

Permintaan minyak global akan naik sebesar 1,8 juta barel per hari tahun ini untuk 94.600.000 di tengah pertumbuhan terkuat di konsumsi India di lebih dari satu dekade, menurut badan tersebut.

Pertumbuhan permintaan akan memudahkan tahun depan menjadi 1,2 juta barel per hari sebagai stimulus dari berkurangnya bahan bakar murah dan ekonomi Tiongkok yang masih bermasalah.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here