Pertumbuhan Ekonomi Q3 Melambat, Eropa Perlu Stimulus Baru

172

Pertumbuhan ekonomi di kawasan Euro tak terduga melambat pada kuartal ketiga, menandai adanya kerentanan pemulihan di kawasan Euro, dimana Bank Sentral Eropa memerlukan stimulus baru untuk mengatasinya.

Produk domestik bruto di kelompok 19 negara ini naik 0,3 persen, turun dari 0,4 persen pada periode sebelumnya, yang juga sama dengan estimasi median ekonom dalam survei Bloomberg. Sementara itu rilis pertumbuhan ekonomi Jerman dan Perancis masing-masing tumbuh 0,3 persen, sedangkan Italia meningkat 0,2 persen.

Dengan perlambatan di pasar negara berkembang menguji kekuatan mata uang euro, memberikan sinyal bagi Presiden ECB Mario Draghi untuk membahasnya dalam pertemuan kebijakan moneter bulan Desember. Bankir sentral telah mengisyaratkan perlunya stimulus tambahan, mengantisipasi risiko penurunan baru untuk pertumbuhan dan prospek inflasi di kawasan itu, yang beresiko mencapai posisi di bawah 2 persens yang merupakan tujuan ECB.

Berbicara di Parlemen Eropa pada 12 November kemarin, Draghi mengatakan prospek inflasi inti, yang menghilangkan item yang volatile seperti energi, telah mulai melemah, sambil mengingatkan bahwa risiko penurunan dari perlambatan global sudah jelas terlihat.

Ada kemungkinan 96 persen dari Dewan ECB akan memangkas suku bunga deposito sebesar 10 basis poin pada bulan Desember.

Euro melemah setelah data PDB dirilis, membawa menuju terendah enam bulan terhadap dolar. Obligasi dari Jerman dan Perancis meningkat dibandingkan Italia.

PDB Jerman dan Perancis yang sejalan dengan perkiraan ekonom, sedangkan data untuk Italia, Belanda dan Portugal melenceng jatuh dari proyeksi dalam survei Bloomberg.

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here