Bursa Tiongkok Ditutup Menguat Dengan Optimisme Ekonomi Tiongkok

223
bursa shanghai

Pada penutupan perdagangan bursa saham Tiongkok Senin (16/11), indeks Shanghai berbalik rebound, naik 26,19 poin atau 0,73% pada 3607.03. Penguatan indeks didorong pernyataan kepercayaan diri dan meyakinkan dari Presiden Tiongkok, Xi Jinping pada KTT G-20 di Antalya, Turki.

Lihat : Indeks Shanghai Dibuka Tertekan Regulasi Sekuritas Tiongkok

Xi mengatakan Tiongkok, sebagai negara ekonomi terbesar kedua di dunia, memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan menengah-tinggi dan terus menciptakan peluang pengembangan untuk negara-negara lain.

Ekonomi Tiongkok diperkirakan akan tumbuh sekitar 7 persen tahun ini, yang akan terus berkontribusi setinggi sekitar sepertiga ke pertumbuhan global, katanya. Tiongkok memiliki tanggung jawab menggerakkan pertumbuhan ekonomi di saat kesulitan ekonomi dunia, katanya, dan mencatat bahwa Tiongkok telah memberikan kontribusi hingga 50 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia 2009-2011.

Meskipun terjadi perlambatan ekonomi, Tiongkok masih memberikan kontribusi 30 persen untuk pertumbuhan ekonomi dunia, yang berarti bahwa Tiongkok masih bertindak sebagai lokomotif ekonomi utama dunia, kata Xi.

Sementara itu, yuan China, juga dikenal sebagai renminbi, mendekati harapan pemerintah Tiongkok untuk bergabung dengan mata uang global utama lainnya dalam kelompok Special Drawing Rights (SDR) setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan sinyal positif untuk hal tersebut. Ketua IMF Christine Lagarde juga mengatakan hari Jumat bahwa dia mendukung temuan dalam proposal stafnya untuk memasukkan mata uang Cina di sebagai mata uang acuan devisa.

Mayoritas sektor saham membalikkan kerugian di awal sesi perdagangan siang, tetapi saham penerbangan tetap lesu di tengah kekhawatiran bahwa akan erjadi penurunan perjalanan pariwisata menyusul serangan teroris di Paris, Perancis pada Jumat kemarin. Saham Air China, China Eastern Airlines, China Southern Airlines merosot masing-masing sekitar 2 persen di bursa Shanghai.

Untuk perdagangan selanjutnya, masih belum ada data indikator yang akan dirilis, namun perlu diperhatikan data indikator ekonomi kawasan Asia dan global lainnya serta pergerakan harga minyak mentah dunia, serta perkembangan kondisi global paska tragedi Paris.

Analyst Vibiz Research  memperkirakan bahwa pergerakan indeks Shanghai akan berpotensi menguat terbatas dengan merespon harapan masuknya yuan sebagai mata uang acuan SDR dan penguatan ekonomi Tiongkok.

Indeks diperkirakan akan bergerak pada kisaran Resistance pertama pada posisi 3.667 poin, jika pergerakan indeks berhasil menembus Resistance pertama maka diperkirakan akan mencoba menembus Resistance kedua pada posisi 3.749.

Sebaliknya jika harga berbalik melemah akan menembus Support pertama pada posisi 3.525 poin, jika pergerakan indeks berhasil menembus Support pertama maka diperkirakan akan mencoba menembus Support kedua  pada posisi 3.451 poin.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here