Harga CPO Kembali Tertekan Kenaikan Ringgit dan Merosotnya Harga Minyak

239

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Senin siang (16/11) terpantau mengalami penurunan signifikan. Penurunan signifian CPO tertekan double pelemahan dari indikator harga CPO, yaitu yaitu merosotnya harga minyak mentah dan penguatan ringgit.

Turunnya harga minyak mentah menjadi dorongan sentimen negatif yang mengakibatkan harga CPO tertahan di dalam trend melemah. Melemahnya harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO berkurang permintaannya.

Harga minyak berjangka WTI untuk kontrak bulan Desember ditutup turun 2,42%, pada 40,74 dollar per barel pada Sabtu dinihari setelah IEA mengumumkan persediaan minyak mentah mencapai 3 miliar barrel di seluruh dunia.

Sedangkan apresiasi ringgit menyebabkan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaannya turun tajam. Terpantau siang ini kurs USDMYR berada pada posisi negatif -0,28%, hal ini berarti terjadi penguatan ringgit terhadap dollar AS.

Harga CPO bulan Januari 2016 yang merupakan kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan tajam. Harga kontrak Januari 2016 yang merupakan kontrak paling aktif mengalami penurunan sebesar -50 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.239 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk melanjutkan trend melemahnya. Pergerakan harga masih akan dipengaruhi oleh pergerakan mata uang ringgit dan kondisi permintaan dan pasokan global. Harga minyak mentah juga memberikan pengaruh kuat terhadap pergerakan harga CPO.

Harga CPO berjangka kontrak Januari 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level support pada posisi 2.190 ringgit dan 2.140 ringgit. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi kenaikan ada pada posisi 2.290 ringgit dan 2.340 ringgit.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here