Kinerja Keuangan Q3 ADMF Kembali Terkikis, Sahamnya Sulit Kuat

192

PT Adira Dinamika Multi Tbk (ADMF) yang sepanjang enam bulan pertama lalu alami penurunan laba jika dibandingkan periode yang sama tahun 2014, kembali alami penurunan kinerja keungannya pada periode Q3 lalu meski  penyaluran kredit anak usaha Bank Danamon ini sudah mencapai 75% lebih dari target tahunan Rp30 triliun per akhir bulan September lalu.

Keuntungan yang diterima perseroan pada periode Q3 lalu hanya Rp423,29 miliar atau Rp423 per saham sedangkan Q3-2014 bisa mencapai  Rp688,21 miliar atau Rp688 per saham. Buruknya kinerja ADMF ini disebabkan turunnya  pendapatan Perseroan dari Rp6,15 triliun menjadi Rp5,99 triliun atau turun 2,67%.  Dari jenis kredit yang disalurkan perseroan, yang paling banyak turunnya yaitu pembiayaan mobil hingga Rp70 miliar lebih.

Selain turunnya laba bersih perseroan, aset ADMF periode Q3 lalu turun dari Rp29,93 triliun menjadi Rp29,49 triliun. Pendapatan ADMF menurun pada periode tersebut juga ditekan oleh beban bunga yang meningkat hingga 20 miliar lebih dari periode Q3-2014. Namun yang positif dari laporan kinerja ADMF periode Q3 ini perusahan berhasil mengurangi utang perseroan menjadi Rp25,38 triliun  dari sebelumnya dari Rp25,90 triliun.

Jika melihat pergerakan sahamnya pada perdagangan hari Selasa sesi kedua (16/1), harga saham ADMF  bergerak  lemah  dari harga awal perdagangan  pada level 3665 dan volume saham yang diperdagangkan mencapai 5 lot dengan valuasi 1,8 juta.

Untuk pergerakan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center melihat saham ADMF sejak awal Oktober sudah alami tekanan bearish dan secara teknikal sudah berada di area jenuh jual dan kedepannya saham ini masih akan terus dalam trend jual. Harga saham berikutnya diperkirakan akan bergerak pada kisaran 3830– 3610.

 

 

 

Joel/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor:Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here