Koreksi Surplus Perdagangan Lemahkan Rupiah Awal Pekan

255

Lemahnya pergerakan kurs Rupiah diawal perdagangan pekan ini terus berlanjut hingga akhir sesi sore ini (16/9) oleh berkurangnya surplus perdagangan bulan Oktober lalu sehingga menambah alasan asing menjual saham-saham kapital besar khususnya saham perbankan.

Volume surplus perdagangan bangsa ini hanya berkurang sedikit namun data yang dilaporkan BPS siang tadi jauh dibawah perkiran pasar. Selain itu penurunan ekspor lebih besar dari penurunan impor pada bulan Oktober lalu. BPS laporkan surplus Oktober hanya  $ 1.01 miliar lebih rendah dari  surplus  $ 1.02 miliar pada bulan September.

Aksi jual asing di bursa saham hari ini telah mencetak net sell sebesar  Rp425 miliar lebih sehingga menekan nilai indeks hari ini dimana  IHSG  ditutup melemah 0,7% ke posisi 4472 setelah diawal perdagangan dibuka pada posisi 4439.

Hari ini rupiah turun  sebesar 0,4% ke posisi Rp13.749/US$ dari akhir perdagangan sebelumnya  di pasar spot setelah dibuka pada posisi 13716/US$. Demikian juga kurs Jisdor  telah ditetapkan BI  hari ini melemah dari perdagangan sebelumnya dari  posisi 13633 menjadi 13732 .  Namun berdasarkan  kurs transaksi BI untuk transaksi antar bank hari ini  menurun  dipatok Rp13,801/US$ untuk kurs jual dan Rp13,663/US$ kurs beli. 

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan esok hari  berpotensi melemah   dengan  kurs dollar AS terus menguat  terhadap major currencies malam ini.

 

 

 

Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here