Mata Uang Yuan Tiongkok Akan Diakui IMF Sebagai Reserve Currency

383

Mata uang Tiongkok, Yuan dimasukkan dalam keranjang elit mata uang yang terdiri cadangan pinjaman Dana Moneter Internasional, demikian dinyatakan Direktur Delaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, yang membuka jalan bagi dewan IMF untuk menyetujui langkah itu akhir bulan ini.

Status mata uang cadangan untuk yuan akan menandai sebuah tonggak penting dalam upaya Tiongkok untuk menjadikan negaranya sebagai kekuatan ekonomi global. Langkah ini harus dapat membantu negara menguatkan keuangan di seluruh dunia dan meningkatkan permintaan bank sentral dan investor untuk memegang aset dalam mata uang tersebut.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mendukung langkah itu setelah sebuah laporan staf mengatakan Beijing telah melewati semua rintangan operasional dalam penilaian awal awal tahun ini. Staf tersebut menyatakan yuan memenuhi kriteria, untuk status mata uang cadangan, yang akan banyak digunakan untuk transaksi internasional dan secara luas diperdagangkan dalam pasar utama valuta asing.

Dalam sebuah pernyataan, bank sentral China mengatakan penilaian oleh staf IMF merupakan dukungan upaya pembangunan dan reformasi ekonomi Tiongkok. Bank Rakyat Tiongkok juga mengatakan Tiongkok akan terus merombak sistem keuangan dan membuka pasar dalam cara yang teratur.

Para ekonom mengatakan adanya kriteria dana yang cukup jelas memberikan staf wewenang luas dalam menentukan kekuatan mata uang untuk inklusi. Anggota lembaga yang paling kuat, termasuk Amerika Serikat, telah mengisyaratkan mereka akan kembali menerima tawaran Beijing ini. Karenanya, staf memberi dukungan lampu hijau untuk persetujuan dewan IMF pada pertemuan 30 November.

Yuan akan bergabung dengan dolar, euro, yen dan pound sebagai sekeranjang elit mata uang IMF yang digunakan sebagai cadangan pinjaman khusus. Meskipun keputusan kemungkinan akan mempercepat permintaan untuk mata uang Tiongkok, kebangkitannya sebagai mata uang global akan sangat bergantung pada kemampuan Beijing untuk mengelola perlambatan utama dalam perekonomian negara dan komitmen pemerintah untuk meliberalisasi pasar keuangan dan nilai tukar.

Eswar Prasad, seorang profesor Cornell University dan mantan pejabat China di IMF, mengatakan keputusan ini akan memvalidasi upaya Beijing untuk merombak perekonomian Tiongkok dan kemungkinan akan memacu pemerintah untuk bergerak maju dengan rencana reformasi yang lebih luas.

Meskipun dewan IMF kemungkinan akan menandatangani persetujuan tersebut pada akhir bulan ini, secara operasional, yuan tidak akan termasuk dalam keranjang mata uang sampai akhir tahun depan untuk memberi waktu bagi bank sentral untuk menyesuaikan portofolio valas mereka.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here