Ekspor Elektronik Singapura Melempem Lagi, Kinerja NODX Menurun

250

Singapura adalah salah satu negara yang mengutamakan sektor perdagangan dan sangat bergantung pada ekspor dan impor. Oleh karena itu kinerja ekspor nya terus menjadi sorotan, siang ini (17/11), International Enterprise Singapore kembali merilis kinerja ekspor Singapura untuk periode yang berakhir pada Oktober 2015.

Dalam rilis tersebut terlihat bahwa ekspor Singapura pada bulan lalu kembali alami kontraksi, yang disebabkan oleh turunnya ekspor elektronik. Sebagai informasi, kinerja Non-oil domestic exports (NODX) Singapura periode September  2015 tercatat melaju cukup signifikan dari bulan sebelumnya. 

Adapun kinerja ekspor NODX Singapura pada Oktober  lalu akhirnya berbalik negatif dari yang tercatat di bulan sebelumnya, yaitu turun sebesar -0,5 persen (yoy), padahal di bulan sebelumnya bukukan peningkatan  hingga 0,3 persen. Namun penurunan ekspor ini jauh dibawah perkiraan ekonom yang sebelumnya masih memperkirakan kinerja ekspor Singapura berada pada teritori negatif sebesar 3 persen. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Singapore Domestic Exports of Non Oil (nodx) (%yoy)

Ekspor produk elektronik turun 3,2 persen secara tahunan pada bulan Oktober lalu , berbeda dengan kenaikan 5,7 persen di bulan sebelumnya. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan ekspor IC, spare part  IC dan juga spare part PC. Para ekonom sebelumnya perkirakan  penurunan hanya 2,2 persen pada bulan tersebut.

Pada saat yang sama dilaporkan juga ekspor produk non-elektronik tumbuh 0,7 persen pada bulan Oktober, membalikkan penurunan 1,9 persen pada bulan September. Untuk perhitungan secara bulanan NODX naik  1,1 persen pada bulan Oktober, menyusul penurunan 2,8 persen pada bulan sebelumnya.

Meski kinerja ekspor Singapura terpantau membaik pada bulan lalu, namun rilis awal laju PDB Singapura pada Q3 lalu justru menunjukkan pertumbuhan yang melambat dari kuartal sebelumnya. Dimana tercatat bahwa laju PDB Singapura pada Q3 lalu berhasil bukukan pertumbuhan sebesar 1,4 persen (yoy), sedikit melambat jika dibandingkan dengan laju PDB yang tercatat pada periode Q3-2014 lalu yang kala itu berhasil bukukan pertumbuhan sebesar 2 persen (yoy). 

Jika dibandingkan dengan ekspor tanah air, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan ekspor Indonesia mencapai $ 12,08 miliar pada bulan Oktober, merosot 20,98% dari tahun sebelumnya dan turun 4.0% dari bulan sebelumnya.

 

 

 

H Bara/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here