IHSG Sesi 1 Lanjutkan Penguatan Menantikan Pengumuman Suku Bunga BI

1018

Memasuki sesi 1 Selasa (17/11), IHSG masih masih menguat melanjutkan rebound pada pembukaan perdagangan pagi tadi. IHSG berada di zona positif, naik 1,55% pada 4510,96.

Penguatan IHSG terdorong penguatan di bursa Wall Street dan bursa kawasan Asia dengan naiknya harga minyak dunia yang dipicu kekuatiran akibat tragedi di Paris dapat mengancam pasokan minyak global.

Sementara dari dalam negeri juga muncul penguatan ekonomi. Surplus perdagangan Indonesia stabil di $ 1.01 miliar pada bulan Oktober dibandingkan dengan $ 1.02 miliar pada bulan September karena melemahnya impor, demikian dinyatakan oleh Badan Pusat Statistik pada Senin (16/11). Hasil surplus perdagangan tersebut mengalahkan perkiraan median untuk surplus sebesar $ 731 juta  hasil pendapat 10 ekonom regional yang disurvei oleh The Wall Street Journal.

Hingga siang ini terdapat 161 saham menguat, 78 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan bisa juga tidak diperdagangkan sama sekali. Jumlah saham yang diperdagangkan  sudah mencapai 1,88 miliar lot saham dengan nilai  mencapai Rp2,05 triliun dan frekwensi perdagangan sebanyak 134.202 kali.

Dari dalam negeri akan dirilis data indikator ekonomi Indonesia untuk data penetapan suku bunga oleh BI yang diperkirakan akan tetap pada level 7,5%. Demikian juga data Deposit Facility Rate November diperkirakan tetap pada level 5,5% dan data Lending Facility Rate November diperkirakan tetap pada level 8%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatan terbatas dengan penguatan bursa global dan stabilnya perkiraan suku bunga BI. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4479-4440, dan kisaran Resistance 4551-4593.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here