Akibat Serangan Paris Terhadap Harga Komoditas

469

Apakah akibat serangan Paris terhadap harga komoditas? Robert Berke dalam tulisannya untuk Oilprice.com, mengatakan sebagai berikut:

Paris dengan jelas menunjukkan kepada dunia bahwa perang terhadap teroris telah mengglobal. Kalau hal ini belum jelas dengan terror bom di Bagdad, Beirut, dan pesawat Rusia pada minggu terakhir ini, hal ini menjadi jelas dengan kejadian Paris.

Media Israel (debka.com) melaporkan bahwa tidak ada intelligent barat yang melihat tanda-tanda dari rencana penyerangan tersebut. Pesan yang menakutkan bagi dunia adalah hal ini bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan terhadap siapa saja.

Buat orang yang masih perlu diyakinkan, penyerangan ini juga menunjukkan bahwa ancaman terbesar terhadap Barat datang dari Islam Radikal, bukan dari Iran, Rusia atau Cina.

Anehnya, sementara tragedi yang muncul dari peperangan di Timur Tengah, dari bagian dunia yang masih memproduksi lebih dari empat puluh persen produksi minyak global, harga komoditas terus mengalami penurunan ke terendah dalam enam tahun.

Hal ini masih terjadi meskipun kenyataannya Paris sudah menjanjikan komitmen militer secara global terhadap Islam Radikal dan peperangan yang lebih luas diseluruh dunia. Pemerintahan Barat akan dipaksa untuk merespon tuntutan dari masyarakatnya untuk keamanan yang lebih besar.

Jika kemungkinan besar akan terjadi peperangan yang meluas, dan ada alasan yang solid untuk berpikir demikian, maka komoditas bisa naik juga pada akhirnya. Pikirkan apa yang terjadi selama peperangan Timur Tengah di jamannya Bush ketika harga minyak menyentuh ketinggian selama tiga puluh tahun dalam waktu hanya lima tahun, diikuti segera dengan pasar komoditas secara keseluruhan bersamaan dengan naiknya inflasi berikutnya.

Konsensus sekarang oleh Goldman Sachs mengatakan bahwa harga minyak hanya akan mengalami pemulihan perlahan-lahan, dan hanya akan mencapai $80 per barrel setelah tahun 2020. Tetapi proyeksi tersebut, meskipun beralasan ditengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, masih menyisakan kemungkinan terjadinya konflik global yang meluas yang mendorong kenaikan harga.

Dalam tahun-tahun yang akan datang, harga-harga komoditas bisa naik secara signifikan karena pemotongan di dalam investasi utama sebagaimana yang sedang terjadi sekarang ini. Tetapi serangan Paris adalah suatu peringatan bahwa konflik memiliki jalan untuk menciptakan kejutan. Serangan yang terakhir ini tidak cukup menggerakkan naik harga minyak, karena kelebihan persediaan sebagaimana yang masih terlihat pada saat ini. Tetapi serangan yang akan datang bisa memangkas produksi disuatu tempat di dunia ini yang bisa menyebabkan kenaikan harga yang mana tidak ada satu orangpun bisa mengantisipasikannya.

Ferli/VMN/VBN /Senior Analyst Vibiz Research  Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here