Bursa Tiongkok Ditutup Negatif Tertekan Intervensi Pasar

716
indeks shanghai

Pada penutupan perdagangan bursa saham Tiongkok Rabu (18/11), indeks Shanghai berakhir negatif, turun -35,1 poin atau -0,97% pada 3569.79.

Indeks Harga Rumah di Tiongkok mengalami hasil positif 0,1% setelah sebelumnya pada level -0,9%. Namun hasil positif itu tidak mampu menahan sentimen negatif setelah Pemerintah Beijing sekali lagi melakukan intervensi di pasar.

Lihat : Sempat Dibuka Positif, Indeks Shanghai di Zona Merah Menantikan Arahan Penguatan

Investor tidak bereaksi positif terhadap Bank Rakyat Tiongkok yang melakukan putaran terakhir intervensi pasar. Kliring Bank Yuan offshore dan bank peserta offshore terkait tidak lagi mampu untuk perdagangan repo obligasi dan rekening keuangan, kata Reuters. Pembatasan arus keluar modal diharapkan akan membuat tetap stabil nilai tukar Yuan menanti keputusan Dana Moneter Internasional pada inklusi yuan ke keranjang mata uang cadangan.

Adapun saham-saham yang menjadi pemberat indeks adalah saham Tongfang yang turun -3,59%, saham Beijing Gehua Catv Network turun -3,56%, saham Sichuan Hongda turun -2,93%, saham China Merchants Energy Shipping yang turun -2,5%, saham Shanghai Zhenhua Port Machinery yang turun -2,22%.

Untuk perdagangan selanjutnya, esok hari belum ada rilis data indikator ekonomi, namun perlu terus diperhatikan perkembangan bursa global dan harga komditas.

Analyst Vibiz Research  memperkirakan bahwa pergerakan indeks Shanghai akan bergerak sideways menunggu fundamental yang dapat menggerakkan bursa.

Indeks diperkirakan akan mencoba bergerak pada kisaran Support pertama pada posisi 3.512 poin, jika pergerakan indeks berhasil menembus Support pertama maka diperkirakan akan mencoba menembus Support kedua pada posisi 3.451.

Sebaliknya jika harga berbalik menguat akan menembus Resistance pertama pada posisi 3.654 poin, jika pergerakan indeks berhasil menembus Resistance pertama maka diperkirakan akan mencoba menembus Resistance kedua  pada posisi 3.728 poin.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here