Bisnis Grosir Singapura Ikutan Lemas, Penjualan Kontraksi

285

Setelah akhir pekan lalu Departemen Statistik Singapura umumkan turunnya kinerja bisnis ritel negara tersebut pada bulan September, akhir pekan ini (20/11) kembali pemerintah negara industri tersebut umumkan kinerja perdagangan grosir selama periode kuartal ketiga berakhir bulan September lalu. Data yang dilaporkan menunjukkan terjadi penurunan data dibandingkan periode sebelumnya.

Penjualan grosir domestik Singapura menurun terutama di tiga bulan yang berakhir September,  penjualannya sampai anjlok ke posisi kontraksi  9,6 persen secara kuartalan setelah sebelumnya penjualan meningkat hingga  8,0 persen. Dan jika dihitung dengan tidak termasuk penjualan minyak bumi, perdagangan grosir turun 4,2 persen.

Dan memang penjualan tingkat grosir yang paling turun yaitu penjualan minyak dan produk minyak bumi yang merosot 16,0 persen sedangkan spare part kapal dan pengisian bahan bakar menurun hingga 18,5 persen.

Departemen statistik juga laporkan penjualan grosir domestik secara tahunan anjlok hingga 26,0 persen pada kuartal yang berakhir bulan September tersebut, lebih banyak  dari penurunan 18,3 persen di kuartal kedua. Disisi lain, perdagangan grosir asing turun 3,6 persen  pada kuartal ketiga dan jatuh 15,1 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Kondisi ekonomi Singapura periode kuartal ketiga sedang dalam perlambatan yang  terlihat dari data awal PDB turun ke posisi 1,4% dari kuartal sebelumnya di 2%. Beberapa waktu lalu juga dilaporkan bahwa pada bulan September negara tersebut masih alami deflasi.

 

 

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here