Awal Bursa Eropa Turun Merespon Penurunan Harga Komoditas

217

Perdagangan Bursa Eropa pada hari Senin (23/11) dibuka negatif imbas tergelincirnya harga minyak dan komoditas lainnya.

Harga minyak masih di bawah tekanan selama perdagangan Asia karena surplus pasokan global, minyak mentah AS turun sekitar 3 persen dan diperdagangkan secara internasional Brent patokan turun hampir 2 persen.

Komoditas lainnya, termasuk bijih besi, seng dan nikel, yang diperdagangkan lebih rendah di tengah kekhawatiran tentang melambatnya permintaan di China. Tembaga jatuh ke lebih dari posisi terendah enam tahun.

Saham raksasa pertambangan Glencore turun sebanyak 6 persen, sementara saham baja Arcelor Mittal turun lebih dari 3 persen. Saham lain di sektor ini termasuk Anglo American, Antofagasta dan BHP Billiton semua diperdagangkan melemah tajam.

Di sektor minyak dan gas, saham Amec Foster Wheeler, Seadrill dan Tullow Oil semua di wilayah negatif.

Saham perusahaan energi Jerman RWE naik lebih dari 4,5 persen setelah kepala eksekutif perusahaan mengatakan Allgemeine Zeitung bahwa Frankfurter tidak memiliki rencana untuk menjual saat 25 persen sahamnya di Amprion untuk membantu membayar utang. Dia juga tidak menutup kemungkinan peningkatan modal masa depan.

Credit Suisse mengumumkan bahwa mereka telah mengangkat 1,32 miliar franc Swiss ($ 1290000000) setelah menyelesaikan tahap pertama dari peningkatan modal 6 miliar franc-nya. Saham pemberi pinjaman tersebut melemah tajam.

Saham Volkswagen juga di zona merah setelah pemerintah AS mengatakan lebih banyak kendaraan produsen mobil Jerman  ini dilanda skandal emisi.

Pada STOXX 600, saham Home Group Retail Inggris, naik 6 persen setelah sebuah laporan di Sunday Times menyatakan bahwa perusahaan ekuitas swasta sedang mempertimbangkan pengambilalihan pemilik Argos dan Homebase.

Perusahaan pengiriman kelontong Ocado juga diperdagangkan naik tajam setelah UBS menaikkan prospek untuk saham dari “netral” untuk “membeli”.

Untuk data indikator ekonomi,  pertumbuhan di sektor jasa Perancis melambat di bulan November sementara aktivitas manufaktur naik, indeks Purchasing Managers Index (PMI)  Flash pada 51,3 pada bulan November, turun dari 52,6 pada bulan Oktober.

Sektor jasa dan manufaktur Jerman tumbuh pada bulan Oktober. Flash komposit PMI di negara ekonomi terbesar di zona euro tersebut ada pada 54,9, naik dari hasil Oktober 54,2.

Namun terpantau saat ini, indeks-indeks kawasan Eropa bergerak mixed :

Indeks STOXX 600-Eropa terpantau turun -0,33% pada 380.53

Indeks DAX Jerman, terpantau turun -0,20% pada 11097.51. 

Indeks CAC 40 Perancis, terpantau turun -0,50% pada 4886.28.

Indeks FTSE 100 Inggris, terpantau turn -0,29% pada 6316.20.

Indeks FTSE MIB Italia terpantau naik 0,77% pada 22309.99.

Indeks IBEX 35 Spanyol terpantau turun -0,22% pada 10287.90.

 

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa akan mencoba mempertahankan penguatan dengan merespon hasil Eurogroup meeting pada malam ini. Jika hasil pertemuan tersebut memberikan sentimen positif bagi penguatan ekonomi Eropa, maka akan membuat bursa-bursa kawasan Eropa menguat. Namun potensi tekanan tetap ada, mengingat negara-negara Eropa sepertinya sedang terus mewaspadai kondisi keamanan di negerinya masing-masing.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here