Harga CPO Tertekan Pelemahan Harga Minyak Mentah

156

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Senin (23/11) terpantau mengalami penurunan. Harga komoditas ini gagal memanfaatkan sentimen positif berupa penurunan mata uang ringgit. CPO tidak juga kunjung rebound meskipun mata uang ringgit hari ini menurun terhadap dollar AS. Penurunan ringgit menyebabkan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Seharusnya hal ini mendorong kenaikan permintaan.

Namun turunnya harga minyak mentah menjadi dorongan sentimen negatif yang mengakibatkan harga CPO tertahan di dalam trend melemah. Melemahnya harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO berkurang permintaannya.

Terpantau pada perdagangan minyak mentah di sesi sore ini, harga minyak mentah WTI untuk kontrak bulan Januari 2016 turun -3,15 % pada posisi 40,58 dollar per barel. 

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan . Harga kontrak Februari 2016 yang merupakan kontrak paling aktif mengalami penurunan sebesar 10 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.280 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk melanjutkan trend melemahnya. Pergerakan harga masih akan dipengaruhi oleh pergerakan mata uang ringgit dan kondisi permintaan dan pasokan global. Harga minyak mentah juga memberikan pengaruh kuat terhadap pergerakan harga CPO.

Harga CPO berjangka kontrak Februari 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level support pada posisi 2.250 ringgit dan 2.220 ringgit. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi kenaikan ada pada posisi 2.310 ringgit dan 2.340 ringgit.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here