Market Outlook 23-27 November 2015

252

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau menguat sejalan dengan pergerakan bursa global Wall Street saat pasar nampaknya tidak menguatirkan lagi kenaikan suku bunga the Fed, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat ke level 4,5621.33. Untuk minggu berikutnya ini (23-27 November) bursa masih berpotensi melanjutkan penguatannya secara bertahap menuju posisi resistant, walau aksi profit taking pendek akan tetap ada. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 4696 dan 4930, sedangkan support di level 4415 dan kemudian 4012.

Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau masih terkoreksi dengan US dollar yang melanjutkan keperkasaannya di pasar global, di mana secara mingguan rupiah sedikit melemah ke level 13,650. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,905 dan 14,235, sementara support di level 13,420 dan 13,240.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis pengumuman Fed Announcement pada Selasa dini hari; disambung dengan rilis Prelim GDP q/q dan CB Consumer Confidence pada Selasa malam; dilanjutkan dengan rilis Core Durable Goods Orders m/m dan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Rabu malam; sementara di Amerika Kamis dan Jumat libur panjang Thanksgiving Day.
• Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German Flash Manufacturing PMI pada Senin sore; diikuti dengan rilis German Ifo Business Climate pada Selasa sore; diakhiri dengan data Second Estimate GDP q/q Inggris pada Jumat sore.
• Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis Monetary Policy Meeting Minutes dari Bank of Japan pada Rabu pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat mengalami penguatan oleh lemahnya euro setelah komentar Presiden ECB, Draghi, yang akan menambah stimulus di Eropa untuk mengangkat inflasi kawasan, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau agak menguat ke level 99.660. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau melemah pada 1.0637. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0525 dan 1.0465 sementara resistance pada 1.1075 dan kemudian 1.1495.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.5190 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.5515 dan 1.5660 sedangkan support pada 1.5035 dan kemudian 1.4960. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik tipis ke level 122.90. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 123.50 dan 125.26, serta support pada 120.00 serta level 118.07. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik ke level 0.7229. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.6900 dan 0.6775, sementara resistance level di 0.7385 dan 0.7655.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat mengikuti pergerakan saham Wall Street sementara pasar menantikan pandangan dari petinggi the Fed mengenai kenaikan bunga the Fed. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami kenaikan ke level 19879. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20665 dan 20965, sementara support pada level 18640 dan lalu 17820. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah tipis ke level 22754. Minggu ini akan berada antara level resistance di 24135 dan 25660, sementara support di 21970 dan 20500.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat di atas 3%, bahkan S&P membukukan kenaikan mingguan terbaiknya di tahun ini, sementara para investor menantikan pandangan the Fed tentang tinjauan kebijakan moneter. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 17,822.55, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 17995 dan 18345, sementara support di level 17195 dan 16730. Index S&P 500 minggu lalu menguat 3.27% ke level 2,082.68 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2115 dan 2135, sementara support pada level 2015 dan 1970.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau masih lemah di level enam tahun terendahnya oleh indikasi the Fed akan segera menaikkan suku bunganya dan berakhir dalam harga emas dunia yang turun tipis ke level $1075.35 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1098 dan berikut $1138, serta support pada $1065 dan $1045. Di Indonesia, harga emas terpantau turun ke level Rp468,361.

Dinamika, atau bagi sebagian lainnya gejolak, dari pasar investasi sepertinya semakin fluktuatif saja belakangan ini. Semakin jelas bahwa koreksi pasar memang ada. Rebound atau reversal adalah bagian dari pergerakan pasar. Dalam situasi demikian ini, timing untuk masuk serta keluar pasar (market entry and exit) merupakan komponen kunci keberhasilan investasi. Terpeleset di sini maka keuntungan menjadi tipis atau bahkan kerugian membengkak. Anda, kalau boleh disarankan, perlu teman investasi. Tetaplah bersama kami, karena kami hadir demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Counsulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here