Inflasi Hong Kong Bangkit Dari Posisi Terburuk 3 Tahun

253

Hong Kong berhasil keluar dari tingkat inflasi terburuk sejak bulan Juli 2012 pada bulan September lalu menurut data yang dilaporkan Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong terhadap tingkat harga konsumen pada bulan Oktober yang meningkat dari bulan sebelumnya. Kenaikan inflasi bagi banyak pihak merupakan kejutan setelah sebelumnya diperkirakan semakin turun dari bulan September.

Indeks harga konsumen atau tingkat inflasi negeri tersebut naik 2,4 persen secara tahunanan  pada bulan Oktober, lebih cepat dari kenaikan 2,0 persen di bulan sebelumnya, yang merupakan tingkat terendah dari peningkatan lebih dari tiga tahun yaitu Juli 2012.

Hong Kong Inflation Rate

Kenaikan inflasi tersebut disumbang oleh naiknya harga-harga barang khususnya harga sewa perumahan, makanan siap saji serta minuman beralkohol dan tembakau. Namun disisi lain sejak bulan Oktober 2014 hingga Oktober 2015 terdapat penurunan harga  pada tarif listrik, gas dan air (-4,7 persen dari -10,1 persen pada September); harga barang tahan lama (-5,8 persen);   pakaian dan alas kaki   (-1,2 persen) demikian juga dengan tarif transportasi turun 0,5 persen.

Selain itu menurut laporan Departemen Sensus dan Statistik, secara bulanan  indeks harga konsumen gabungan meningkat sebesar 1,8 persen, dari pertumbuhan 2,6 persen pada bulan sebelumnya. Dan  inflasi inti  meningkat menjadi 2,3 persen pada Oktober dari 2,1 persen pada bulan September.

 Kedepannya menurut analyst Vibiz Research Center, inflasi negeri ini harus terus meningkat  mengingat tekanan harga eksternal menyusut dan tingkat  pertumbuhan moderat ekonomi negeri setempat.  Dan sebagai informai, Pemerintah Hongkong  akan terus memantau perkembangan inflasi terutama dampaknya pada masyarakat berpenghasilan rendah.  

 

 

H Bara/VM/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here