Analisa Penurunan Jobless Claim AS

271

Jumlah orang Amerika yang pertamakali mengajukan tunjangan pengangguran pada minggu lalu menurun, suatu signal suatu signal yang sehat untuk pasar tenaga kerja.

Departemen tenaga kerja AS pada hari Rabu, mengatakan bahwa Initial Jobless Claims yang menunjukkan pemutusan hubungan kerja di seluruh AS, turun sebanyak 12.000 sehingga menjadi 260.000 di minggu yang berakhir pada tanggal 21 November.

Para ekonom yang disurvei oleh WSJ memperkirakan klaim pengangguran yang baru pada minggu lalu sebesar 270.000, hanya sedikit dibawah angka dua minggu sebelumnya di 271.000 (direvisi menjadi 270.000). Sedangkan angka rata-rata empat minggu adalah sama sebesar 271.000 juga tidak berubah dari minggu sebelumnya.

Angka jobless claims pernah mencapai 255.000 pada pertengahan bulan Juli yang merupakan angka terendah sejak bulan Desember 1973.

Perusahaan-perusahaan membatasi pemutusan hubungan kerja dengan pasar tenaga kerja yang semakin ketat yang membuat semakin sulit untuk menarik dan mempertahankan para pekerja yang terlatih. Payrolls meningkat paling banyak dalam 10 bulan di bulan Oktober sementara tingkat pengangguran turun ke yang paling rendah dalam jangka waktu tujuh tahun, menunjukkan employment yang kuat yang bisa meyakinkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuannya pada bulan depan.

Jumlah orang yang terus menerima tunjangan pengangguran meningkat ke 2,21 juta di dalam minggu yang berakhir pada tanggal 14 November dari sebelumnya 2,17 juta. Pada periode yang sama tingkat pengangguran diantara orang-orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan pengangguran tetap bertahan pada 1.6%.

Data-data mengenai ketenaga kerjaan yang baru dirilis kemarin ini akan membantu membentuk pandangan dari para pembuat kebijakan the Fed mengenai kondisi pasar tenaga kerja yang akan dibawa ke pertemuan di bulan Desember, dimana mereka akan memutuskan apakah ekonomi AS cukup kuat untuk menahan kenaikan tingkat bunga yang pertama sejak tahun 2006.

Ferli/VMN/VBN /Senior Analyst Vibiz Research  Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here