Harga Batubara Turun Lagi Dengan Lesunya Permintaan

351

Pada akhir perdagangan Kamis dini hari tadi (26/11), harga batubara Rotterdam kontrak paling aktif Desember 2016 melanjutkan pelemahan di teritori negatif. Harga batubara yang pada perdagangan kemarin melemah gagal memanfaatkan kenaikan harga minyak dunia, pada perdagangan dinihari tadi kembali gagal memanfaatkan lonjakan harga minyak mentah. Pelemahan harga batubara juga dipicu permintaan global yang masih lemah.

Pergerakan harga batubara sendiri masih berpotensi untuk kembali mengalami penurunan. Seperti yang disampaikan oleh Hellenic Shipping News Indonesia akan gagal mencapai target produksi batubara dari 425 juta ton pada tahun 2015 karena penambang batubara di Indonesia telah mengurangi produksi diperkirakan 20 persen.

Adapun perusahaan-perusahaan pertambangan batubara domestik telah memangkas produksi batubara karena harga batubara rendah terus-menerus mengakibatkan arus kas bebas negatif bagi banyak penambang. Ditambah lagi harga batubara dunia telah menurun akibat banjir pasokan dan permintaan global yang melemah di tengah pertumbuhan ekonomi yang lamban.

Diperkirakan hingga akhir tahun ini harga komoditas sumber energi alternative tersebut akan terus melorot dan mencapai level 45 dollar per ton.  Demikian juga penguatan nilai dollar AS semakin membuat harga batubara ini mahal sehingga permintaan untuk batubara menjadi menurun. Di tengah sentimen yang masih bearish tersebut harga batubara kembali bergerak mundur.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Desember berada di posisi 50,60 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar 0,10 dollar atau setara dengan 0,20 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya pada 50,70 dollar per ton.

Sementara itu harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan Desember 2015 hari ini ditransaksikan pada posisi 37,25 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah dan penguatan dollar AS. Melemahnya harga komoditas ini diperkirakan akan berlangsung terus akibat permintaan global yang masih sangat lemah.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 49,60 dollar dan support kedua di level 48,60 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 51,60 dollar dan 52,60 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here