Harga Gula ICE Alami Penurunan Karena Penguatan Dollar AS dan Produksi India

699

Harga kopi arabika berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Kamis dini hari tadi (26/11) terpantau berada di zona negatif. Penurunan harga kopi arabica tertekan penguatan dollar AS dan investor mencermati perdagangan gula di India.

Setelah bankir data indikator ekonomi AS yang dirilis tadi malam menghasilkan nilai positif, maka dollar AS berbalik menguat terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Dengan menguatnya Dollar, maka menekan Real Brazil.

Sedangkan jika Real Brazil menguat, maka harga gula menjadi mahal, dimana harga jual komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri.

Dealer juga berbicara tentang penjualan minimal 100.000 ton gula mentah India, yang mungkin ditujukan untuk Bangladesh dan kilang Etihad di Irak, tetapi tidak ada konfirmasi segera terkait hal tersebut.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar 0,09 sen atau setara dengan  0,60 persen pada posisi 14,91 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh pergerakan dollar AS dan pemulihan produksi gula kasar.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level support pada posisi 14,40 sen dan 14,00 sen. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  15,00 sen dan 15,50 sen per pon.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

 

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here