Harga Emas Turun Dalam Perdagangan Tipis

697

Harga emas pada penutupan perdagangan Jumat dinihari tadi (27/11) ditutup turun, berada di level terendah dalam enam tahun pada tekanan penguatan dolar dengan data ekonomi yang kuat meningkatkan harapan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS bulan depan.

Pada perdagangan jumat dinihari likuiditas tipis, dengan pasar AS tutup untuk liburan Thanksgiving.

“Rasa di pasar adalah bahwa dolar akan terus rally karena prospek untuk QE (pelonggaran kuantitatif) di Eropa dan kenaikan di AS,” kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen mengatakan.

Dolar naik 0,1 persen terhadap sekeranjang mata uang utama, diperdagangkan dekat posisi tertinggi delapan bulan yang dicapai di sesi sebelumnya.

“Indeks dolar berada dalam jangkauan tinggi dalam laju tahunan pada 100,39. Sebuah terobosan level ini akan memberikan tekanan penurunan pada emas,” kata ScotiaMocatta dalam sebuah catatan.

Data pada hari Rabu menunjukkan output manufaktur AS di Oktober naik jauh di atas ekspektasi ekonom sementara rencana pengeluaran bisnis melonjak.

Harga emas spot LLG tidak berubah di 1,070.76 dollar per troy ons pada 1505 GMT, tidak jauh dari pekan lalu pada 1,064.95 dollar per troy ons,  terendah sejak Februari 2010.

Emas telah melihat beberapa tawaran safe haven awal pekan ini setelah Turki menembak jatuh jet tempur Rusia, memicu ketegangan antara negara-negara, namun sentimen kenaikan suku bunga AS telah memudarkan tawaran tersebut, dan investor fokus kembali ke kenaikan suku bunga AS.

Di pasar fisik, minat beli meningkat karena harga emas tinggal dekat posisi terendah lama laju tahunan.

Premi di Shanghai Gold Exchange, untuk permintaan konsumen China, diperdagangkan pada tingkat meningkat $ 5- $ 6 per ons pada hari Kamis, dibandingkan $ 3- $ 4 per ons pada awal bulan.

Impor emas bersih Tiongkok dari saluran utama Hong Kong jatuh pada bulan Oktober dari tingkat tertinggi 10-bulan yang dicapai pada bulan sebelumnya, data menunjukkan pada hari Kamis.

Pembelian emas kuartal ketiga di India, konsumen terbesar di dunia, kemungkinan akan jatuh ke level terendah dalam delapan tahun, tertekan oleh permintaan investasi yang buruk dan kekeringan yang telah mengurangi pendapatan bagi jutaan petani.

Sementara itu harga Perak naik 0,6 persen pada $ 14,24 per ons. Platinum naik 1,6 persen menjadi $ 852 setelah mencapai level terendah tujuh tahun di sesi sebelumnya, sementara paladium naik 0,9 persen menjadi $ 559.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas akan berpotensi melemah dengan semakin menguatnya harapan kenaikan suku bunga AS bulan Desember ini, yang akan semakin meningkatkan dollar AS. Diperkirakan harga emas akan mencoba menembus level Support 1069-1067, dan jika harga kembali menguat akan mencoba menembus level Resistance 1072-1074.

 
 
Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here