Indeks Nikkei Bergerak Negatif Merespon Data Inflasi dan Tenaga Kerja

282
indeks nikkei

Bursa Jepang pada awal perdagangan akhir pekan Jumat (27/11) sempat dibuka positif naik 0,19%, namun saat ini terpantau bergerak negatif, turun -49,53 poin atau -0,25% pada 19894.88. Penurunan indeks Nikkei merespon data-data indikator ekonomi yang dirilis pagi ini.

Lihat : Bursa Jepang Berakhir Positif, Menantikan Banjir Data Ekonomi

Data yang dirilis Jumat pagi menunjukkan harga inti konsumen Jepang turun untuk bulan ketiga berturut-turut, menandakan rapuhnya ekonomi Jepang. Indeks harga konsumen inti (CPI), yang tidak termasuk makanan segar, turun 0,1 persen pada bulan lalu secara tahunan sebagai akibat dari penurunan harga komoditas.

Sementara itu, tingkat pengangguran Jepang untuk Oktober turun menjadi 3,1 persen menurut data pemerintah, yang terendah untuk bulan sejak tahun 1995 sebagai kekurangan pekerja menyebabkan lebih banyak orang mencari pekerjaan. Tapi walaupun memiliki lebih banyak orang dalam angkatan kerja, pengeluaran rumah tangga Jepang juga turun 2,4 persen pada laju tahunan di bulan Oktober.

Sementara itu saham-saham blue chip seperti saham Sony, Canon, dan Toshiba semua diperdagangkan di zona positif, sementara saham Mitsubishi Electric alami penurunan.

Sedangkan saham permobilan diperdagangkan mixed. Saham Nissan dan Mitsubishi Motors naik, sedangkan saham Honda, Mazda, dan Toyota diperdagangkan lebih rendah.

Awal pekan ini, Toyota menarik 1,6 juta mobil, menambah total 15 juta kendaraan sejak 2013, karena airbag yang rusak. Produsen airbag Jepang Takata sahamnya turun 3 poin, atau 0,35 persen, pada Jumat pagi. Awal tahun ini, produsen mobil utama termasuk Toyota, Honda, dan Nissan mengumumkan mereka tidak lagi menggunakan Takata airbag di model-model baru mereka karena sejumlah besar kecelakaan dilaporkan di seluruh dunia.

Untuk saham maskapai penerbangan masih tertekan ketegangan geopolitik dan masalah keamanan. Saham Japan Airlines turun 94 poin, atau 2,15 persen, sedangkan saham ANA turun 6 poin, atau 1,66 persen.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka juga berada pada zona negatif, turun -40,00 poin atau -0,20% pada 19,900, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 19,940.

Dari dalam negeri, hari ini belum ada data yang dirilis, namun perlu diperhatikan pergerakan kurs Yen dan perkembangan bursa global.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya hari ini, indeks diperkirakan bergerak sideways namun berpotensi mengalami pelemahan dengan liburnya bursa Wall Street, dimana volume perdagangan akan turun, dan kurs Yen bisa memanfaatkan penguatan. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 19,715-19,514, dan kisaran Resistance 20,151-20,351.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here