Profit Taking Kuras Saham BBNI, Buyback Hingga Februari 2016

232

Pergerakan saham PT. Bank Negara Indonesia (BBNI) pekan lalu alami pelemahan secara mingguan yang dipicu aksi profit taking pasar jelang akhir pekan  setelah sejak perdagangan pekan sebelumnya saham ini rally kencang sehingga mencetak penguatan selama 4 minggu terakhir. Penguatan pekan sebelumnya dipicu oleh upaya emiten mengangkat harga sahamnya dengan melakukan buyback

BBNI akan terus melakukan buyback sahamnya hingga awal bulan Februari 2016 setelah dimulai pada tanggal 2 November lalu. Sebagai informasi untuk aksi buyback ini, BBNI sudah anggarkan  dana Rp750 miliar yang diambil dari laba  yang belum ditentukan penggunaannya akhir Q3 lalu sebesar Rp 29,93 triliun.

Buyback saham BBNI dilakukan setelah harga saham anjlok 30 persen lebih sejak bulan April lalu selain sebagai  program kepemilikan saham bagi manajemen dan/atau pegawai BNI dalam bentuk bonus saham. Resiko dari buyback ini pastinya nanti akan mengurangi aset dan juga ekuitas periode kuartal terakhir.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham akhir pekan lalu (25/11) saham BBNI ditutup turun  pada level 4980  setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 5125 dan bergerak dalam kisaran 5175-4980 dengan volume perdagangan saham   mencapai  13 juta saham. 

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBNI  pekan melemah secara mingguan hongga -4,2%, kini  terpantau indikator MA bergerak turun  dengan indikator Stochastic  bergerak turun  ke area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar    didukung oleh +DI yang datar dan  menunjukan pergerakan BBNI terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pekan ini pada target level support di level Rp4935 hingga target resistance di level Rp5260.
 

 

 

 

H Bara/VMN/VBN/  Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here