Market Outlook 4 – 8 Januari 2016

529

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau menguat dalam perdagangan yang terbatas oleh libur akhir tahun yang membuat IHSG menutup tahun 2015 dengan -12.58%, sedangkan secara mingguan bursa ditutup menguat ke level 4,593.01. Untuk minggu berikutnya ini (4-8 Januari) bursa akan cenderung menguat melewati level 4600 lalu berhadapan dengan aksi profit taking sementara. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 4621 dan 4696, sedangkan support di level 4330 dan kemudian 4207.

Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau melemah di tengah penguatan kembali nilai dollar secara global; rupiah menutup tahun 2015 dengan -10.11%, di mana secara mingguan rupiah melemah ke level 13,780. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,133 dan 14,235, sementara support di level 13,420 dan 13,240.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting, cukup ramai termasuk data Non-Farm Employment Change yang kerap jadi pusat perhatian pasar. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Manufacturing PMI pada Senin malam; dilanjutkan dengan rilis ADP Non-Farm Employment Change dan ISM Non-Manufacturing PMI pada Rabu malam; disambung dengan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan rilis Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate pada Jumat malam.
• Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Manufacturing PMI Inggris pada Senin malam.
• Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Caixin Manufacturing PMI China pada Senin pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat menguat bangkit dari pelemahan sebelumnya yang membuat dollar index mencatatkan gain 9% lebih pada tahun 2015 dan menang 10% atas euro dalam dua tahun berturut-turut, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau menguat ke level 98.610. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau melemah pada 1.0867. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0800 dan 1.0525 sementara resistance pada 1.1060 dan kemudian 1.1350.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.4734 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.4950 dan 1.5242 sedangkan support pada 1.4565 dan kemudian 1.4235. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah tipis ke level 120.19. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 123.80 dan 125.85, serta support pada 120.04 serta level 118.05. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik terbatas ke level 0.7290. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7095 dan 0.7015, sementara resistance level di 0.7385 dan 0.7455.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum agak mixed dengan pasar yang belum jelasnya arahnya di tengah suasana libur panjang Tahun Baru. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami kenaikan ke level 19033. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20045 dan 20665, sementara support pada level 18560 dan lalu 17820. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 21922. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22800 dan 23425, sementara support di 21015 dan 20368.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah dalam perdagangan yang relatif sepi, menutup tahun 2015 dengan pelemahan dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk yang terburuk sejak tahun 2008. Dow Jones Industrial secara mingguan melemah ke level 17,421.67, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 17905 dan 18185, sementara support di level 16730 dan 15930. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 2,040.03 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2105 dan 2135, sementara support pada level 1990 dan 1970.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau agak melemah dengan menguatnya dollar sehingga menutup tahun 2015 dengan kekalahan dalam tiga tahun terakhir secara berturut-turut dan berakhir dalam harga emas dunia yang sedikit melemah ke level $1061.95 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1088 dan berikut $1100, serta support pada $1045 dan $1000. Di Indonesia, harga emas terpantau cukup stabil di seputar level Rp471,636.

Selamat Tahun Baru 2016 bagi semua pembaca Vibiznews.com! Tahun yang baru memberikan harapan baru, setelah tahun 2015 merupakan tahun yang penuh dengan gejolak pasar. Tentunya, tidak ada janji bahwa tidak akan ada lagi gejolak di tahun 2016 ini. Amerika sedang memulai siklus kenaikan suku bunganya yang bakal menimbulkan spekulasi pasar yang baru. Eropa masih belum selesai dari resesi ekonominya. China masih tertekan dengan pertumbuhan sector industri dan perekonomiannya. Di sana-sini juga kerap terjadi kenaikan tensi geopolitik. Harapan baru bagi kita bukanlah tenangnya pasar. Bukan, itu tidak akan pernah terjadi, di samping pasar jadi tidak menarik lagi dalam keserbatenangannya. Harapan itu ada pada penguasaan pengetahuan dinamika pasar yang semakin baik. Untuk hal ini, teman setia investasi Anda siapa lagi kalau bukan vibiznews.com? Memasuki tahun yang baru ini, perkenankan kami sampaikan selamat menuai sukses di tahun 2016 serta terima kasih bagi Anda semuanya, pembaca setia Vibiznews!

 

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Counsulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

 

 

 

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here