Pasar Global Awal Tahun 2016 Mencermati Harga Minyak dan Data Ekonomi

392

Memulai perdagangan pagi awal tahun perdagangan global, Bursa Wall Street ditutup melemah dalam perdagangan volume ringan akhir tahun 2015, Jumat dinihari, meskipun terjadi beberapa stabilisasi harga minyak.  Indeks Dow Jones ditutup turun 1,02 persen, di 17,425.03, dengan penurunan tertinggi saham Apple. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,94 persen, ke 2,043.94, dengan sektor teknologi informasi memimpin sembilan sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq turun 1,15 persen, ke 5,007.41. Bursa Wall Street awal tahun 2016 diperkirakan akan bergerak negatif merespon data ekonomi AS yang diperkirakan didominasi hasil negatif.

Pada perdagangan saham awal tahun 2016 ini, bursa Asia dibuka mixed pagi ini, mencermati penurunan bursa Wall Street akhir tahun dan menguatnya harga minyak mentah di sesi perdagangan Asia.  Indeks Nikkei dibuka turun sekitar 1% pada 18831.38. Indeks ASX 200 bergerak naik 0.49 %, pada 5,321. Sedangkan indeks Kospi belum dibuka pagi ini.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka WTI pada penutupan perdagangan Jumat dinihari (01/01) akhir tahun 2015 ditutup naik 44 sen, atau 1,2 persen, pada 37,04 dollar per barel, setelah rilis data menunjukkan penurunan jumlah kilang minyak mingguan. Tahun 2016 prospek harga minyak diperkirakan masih tertekan oleh berlebihnya pasokan global.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan akhir tahun 2015, Jumat dini hari (01/01) ditutup turun tipis 0,06 persen menjadi 1,060.06 dollar per troy ons. Prospek tahun 2016 diperkirakan harga emas tertekan penguatan dollar AS dan pelemahan harga minyak mentah.

Dari pasar valas, pada penutupan perdagangan awal tahun, Dolar AS menguat.  EURUSD turun 0.24% pada 1.0828. GBPUSD turun 0.02 % pada 1.4725. USDJPY naik 0.10 %, pada 120.30. Dolar berakhir tahun 2015 dengan keuntungan tahunan lebih dari 9 persen terhadap sekeranjang mata uang dengan sentiment kenaikan suku bunga AS dan pelonggaran kebijakan moneter ECB dan BOJ.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan akhir tahun 2015 Rabu (30/12), berakhir positif, ditutup naik 0,52% pada 4593. Penguatan IHSG dengan melonjaknya kenaikan sektor Agri mengatasi berbagai sentimen negatif. Pada penutupan perdagangan saham tahun 2015 sektor Agri melonjak 5,42%. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 4563-4575, dan resisten 5032-5073. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : BBNI, UNTR, INDF dan SMRA.

 

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here