Harga CPO Turun Terpengaruh Kebijakan Penurunan Harga Referensi

483

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Selasa siang (05/01) terpantau turun. Harga CPO gagal memanfaatkan kenaikan minyak mentah pada perdagangan Asia siang ini. Demikian juga pelemahan Ringgit tidak berhasil menguatkan harga CPO.

Penurunan harga CPO terpengaruh kebijakan pemerintah Indonesia yang menurunkan harga referensi CPO.

Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi produk CPO untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode Januari 2016 sebesar USD 578,88/MT pada akhir tahun 2015. Turun sebesar USD 1,49 atau 0,26% dari periode Desember 2015 yaitu USD 580,37/MT.

Rendahnya harga referensi CPO saat ini adalah akibat semakin melemahnya harga internasional untuk komoditas tersebut. Pelemahan harga internasional disebabkan oleh semakin rendahnya harga minyak dunia dan oversupply pasar internasional minyak nabati dunia, terutama oleh minyak nabati dari sumber lain sebagai kompetitor CPO. Demikian pernyataan dari Kementerian Perdagangan melalui halaman websitenya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia membukukan pelemahan pada perdagangan hari ini. Harga kontrak Maret 2016 yang saat ini menjadi kontrak teraktif terpantau menurun sebesar 3 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.433 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan hari ini berpotensi untuk mengalami pergerakan yang terbatas. Tekanan jual di pasar CPO berjangka masih cukup kuat sebab harga minyak mentah masih berada dalam potensi pelemahan akibat kekenyangan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak Maret 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level support pada posisi 2.400 ringgit dan 2.370 ringgit. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi rebound ada pada posisi 2.460 ringgit dan 2.490 ringgit.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here