Harga Minyak Mentah Tergerus Kekuatiran Perlambatan Ekonomi Global

1052

Harga minyak mentah turun pada penutupan perdagangan Selasa dinihri tadi (05/01) dalam perdagangan volatile setelah reli awal lebih dari 4 persen yang dipicu ketegangan di Timur Tengah, namun kenaikan tersebut terhapus dengan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan kemerosotan pasar saham.

Sentimen data yang menunjukkan peningkatan persediaan di titik pengiriman Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah berjangka AS juga menekan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 28 sen, atau 0,76 persen di 36,76 dollar per barel.

Sedangkan harga minyak Brent, patokan minyak dunia, turun 5 sen, atau 0,13 persen, pada 37,24 dollar per barel, setelah mencapai intraday tinggi 38,99 dollar per barel.

Harga minyak WTI melemah oleh data dari perusahaan intelijen pasar Genscape yang menunjukkan peningkatan pasokan di Cushing, menurut pedagang yang melihat data tersebut.

Pasar ekuitas global jatuh setelah anjloknya pasar saham Tiongkok sebesar 7 persen, dipicu oleh data ekonomi yang lemah, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang pertumbuhan global. Indeks saham AS kehilangan lebih dari 2 persen, dengan Dow turun lebih dari 400 poin.

Survei di China menunjukkan aktivitas pabrik di ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut menyusut tajam pada bulan Desember, menggelincirkan pasar saham Tiongkok sebesar 7 persen yang memicu penghentian perdagangan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah masih berpotensi tertekan merespon sentimen kekenyangan pasokan minyak mentah global. Harga minyak akan bergerak dalam kisaran Support $36,25-$35,75 per barel, dan kisaran Resistance $37,25-$37,75 per barel.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here