Jerman Cetak Rekor Jumlah Tenaga Kerja, Dibantu Oleh Imigran

433

Pertumbuhan lapangan kerja di  Jerman yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, terus berlanjut pada tahun 2015 dengan bertambahnya jumlah orang-orang yang bekerja. Pertambahan orang yang bekerja tersebut sebagian besar dibantu oleh ekonomi yang tangguh dan imigrasi pekerja asing.

Destatis laporkan semalam jumlah penduduk  yang bekerja naik 324.000 orang atau 0,8 persen menjadi 43 juta tahun 2015. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak sepanjang sejarah, namun pertambahan tenaga kerja tahun 2015 lebih rendah sedikit dari laju pertambahan tenaga kerja tahun 2014 yang naik 0,9 persen.

Pertambahan tenaga kerja terus terjadi dalam 10 tahun berturut, dimana partisipasi angkatan kerja yang lebih tinggi dari penduduk negeri dan imigrasi pekerja asing mengimbangi efek demografi negatif.
Sementara itu, Destatis juga umumkan jumlah pengangguran turun 140.000 orang atau 6,7 persen menjadi 1,95 juta. Angka tersebut turun di bawah 2 juta untuk pertama kalinya sejak bersatunya Jerman. Demikian juga dengan tingkat pengangguran berdasarkan data ILO menurun menjadi 4,3 persen dari 4,7 persen, yang hanya di bawah rata-rata Uni Eropa.

Dari sensus yang dilakukan Destatis, jumlah penduduk yang produktif di Jerman baik yang sudah bekerja dan juga menganggur bertambag  sebesar 184.000 orang atau 0,4 persen menjadi 44,9 juta jiwa.
Jumlah karyawan  di Jerman meningkat sebesar 421.000 atau naik 1,1 persen dari tahun 2014 menjadi 38,7 juta.

Membandingkan jumlah penduduk asli Jerman yang bekerja diluar dengan imigran,  jumlah imigran yang bekerja di Jerman mencapai 4,3 juta jiwa hingga akhir tahun 2015 sedangkan   jumlah penduduk bekerja di luar negeri hanya 68.000 orang.

Mengutip informasi dari beberapa media setempat beberapa bulan lalu,  Jerman mengambil lebih dari satu juta pengungsi pada tahun 2015, lima kali lebih besar dari angka tahun sebelumnya, dan yang terbesar sejak Jerman bersatu  pada tahun 1990.

 

 

H Bara/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here