Realisasi Pendapatan Negara 2015 Tercapai 84,7% atau Rp1.491,5 Triliun

514

Kementerian Keuangan RI menyampaikan realisasi pendapatan negara tahun anggaran 2015 tercatat mencapai Rp1.491,5 triliun (angka sementara), atau mencapai 84,7 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 yang sebesar Rp1.761,6 triliun.

Pendapatan negara tahun 2015 diperoleh dari penjumlahan total penerimaan pajak, bea dan cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Dari total realisasi pendapatan negara tersebut, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp1.235,8 triliun, atau 83 persen dari target APBN-P 2015 yang sebesar Rp1.489,3 triliun. Seperti diketahui, melambatnya pertumbuhan ekonomi tahun 2015 telah berdampak terhadap penerimaan perpajakan, terutama sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan.

Selain itu, realisasi penerimaan perpajakan tahun 2015 juga dipengaruhi oleh melemahnya impor dan harga-harga komoditas, khususnya yang menjadi ekspor utama Indonesia, yaitu minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan komoditas pertambangan.

Namun sekalipun mengalami perlambatan, PPh Non Migas mencatatkan kenaikan Rp 547,5 triliun atau tumbuh sekitar 19% dibandingkan realisasi tahun 2014. Sedangkan secara keseluruhan realisasi pajak non migas mencapai Rp. 1005,7 triliun atau tumbuh sekitar 12%. Dengan demikian realisasi pajak total gross mencapai Rp. 1.150 triliun dan realisasi pajak total netto mencapai Rp. 1.055 triliun.

Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2015 tercatat sebesar Rp252,4 triliun, atau 93,8 persen dari target APBN-P 2015 yang sebesar Rp269,1 triliun. Lebih rendahnya realisasi PNBP ini terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan sumber daya alam (SDA) migas dan pertambangan mineral dan batubara (minerba), karena turunnya harga komoditas batubara di pasar internasional.

Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka perdagangan saham 2016 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/1) pagi, bersyukur atas realisasi pendapatan negara yang terjadi, dimana Presiden menyatakan banyak yang ragu-ragu untuk pencapaian ini, namun dengan berbagai upaya termasuk dengan dikeluarkannya kebijakan dan deregulasi, maka tercapai hasi; yang baik.

Oleh sebab itu menghadapi tantangan perekonomian 2016 ini, Presiden Jokowi meminta semuanya harus percaya, semuanya harus optimis, bahwa kita akan lebih baik. “Itu harus, kuncinya ada di situ,” tegasnya.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here