Awal Bursa Eropa Tertekan Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Minyak Mentah

247

Bursa saham Eropa dibuka turun pada pembukaan perdagangan Rabu (06/01), karena ketegangan geopolitik akibat aksi uji coba nuklir terbaru Korea Utara dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta merosotnya kembali harga minyak mentah sore ini.

Indeks Pan-Eropa STOXX 600 turun lebih dari 0,9 persen.

Indeks FTSE 100 berada pada posisi 6.076,02, turun -61,22 poin atau -1,00%

Indeks DAX berada pada posisi 10.192,34, turun -117,76 poin atau -1,14%

Indeks CAC 40 berada pada posisi 4.494,07, turun -43,56 poin atau -0,96%

Indeks IBEX 35 berada pada posisi 9.242,90, turun -92,30 poin atau -0,99%

Awal suram untuk pembukaan perdagangan Eropa terjadi di tengah berita dari uji coba bom hidrogen yang dilakukan oleh Korea Utara semalam.

Korea Utara mengumumkan uji menyusul adanya laporan gempa 5,1 SR di dekat situs uji coba nuklir di negara politik terisolasi tersebut. Stasiun televisi milik negara Korea Utara kemudian menegaskan bahwa negara telah melakukan uji coba dan mengatakan bahwa hal itu tidak akan menghentikan program nuklirnya kecuali AS mencabut kebijakan luar negeri yang bermusuhan terhadap negara mereka.

Investor juga akan mengamati perkembangan hubungan antara Arab Saudi dan Iran, dua rival di Timur Tengah, menyusul eksekusi Saudi terhadap ulama Syiah terkemuka yang memicu protes di Iran.

Pada Selasa Arab Saudi mengisyaratkan hubungannya yang memburuk dengan Iran tidak akan mempengaruhi pembicaraan tentang Suriah, putaran lain yang dijadwalkan di Jenewa bulan ini, menurut laporan Reuters.

Dengan pembicaraan tentang ketegangan geopolitik, beberapa saham pertahanan diperdagangkan lebih tinggi. Saham BAE Systems Inggris dan saham Prancis Thales berada di wilayah positif.

Saham pemasok Eropa Apple yang melemah tajam pada hari Rabu setelah sebuah laporan yang dirilis pada hari Selasa menyatakan bahwa teknologi raksasa AS secara signifikan mengurangi produksi iPhone 6S dan 6S Plus.

Saham Dialog Semiconductor berada 4 persen lebih rendah, sedangkan saham Austria Microsystems dan ARM juga jauh di dalam wilayah negatif.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Brent jatuh ke titik terendah 11-tahun baru pada 35,90 dollar per barel pada Rabu dengan sentimen kelebihan pasokan terus menekan harga komoditas.

Saham di sektor minyak melemah tajam. Saham Lundin Petroleum turun lebih dari 5 persen sedangkan saham Total dan Shell lebih rendah.

Harga logam juga terus mendapat tekanan di tengah kekhawatiran atas perekonomian Tiongkok. Saham pertambangan termasuk BHP Billiton dan Rio Tinto berada dalam zona merah, yang menyeret indeks FTSE 100 menurun.

Di AS, penjualan mobil mencapai rekor dari 17.470.000 kendaraan pada tahun 2015, tapi ini tidak tercermin dalam pergerakan harga saham sektor otomotif di Eropa.

Saham BMW turun tajam meskipun secara keseluruhan mencapai rekor kenaikan penjualan di AS untuk tahun ini karena penjualan kendaraan pada bulan Desember jatuh dari waktu yang sama tahun lalu. Daimler, pemilik Mercedes-Benz, juga diperdagangkan lebih rendah meskipun penjualan meningkat dari tahun ke tahun di bulan Desember.

Saham Volkswagen berada di wilayah negatif setelah melihat penurunan lain dalam penjualan pada bulan Desember di tengah skandal emisi diesel. Kepala merek Volkswagen Herbert Diess Selasa menyatakan perusahaan itu yakin akan menemukan “solusi yang dapat diterima” untuk membawa hampir 500.000 kendaraan diesel menyesuaikan hukum emisi AS.

Sore ini akan dirilis data indikator ekonomi kawasan Eropa yaitu Markit Composite Final dan Markit Service Final Desember, yang diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan alami penurunan. Sedangkan data PPI November untuk bulanan dan tahunan diindikasikan berakhir mixed.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa akan mencermati data indikator ekonomi AS dan persediaan minyak mentah AS. Jika hasil persediaan minyak mentah turun, maka akan menaikkan bursa global, termasuk bursa Eropa, namun jika terjadi sebaliknya, maka akan menekan bursa Eropa. Namun ketegangan baru yang terjadi akibat uji coba nuklir Korut dapat menjadi sentemen negatif baru yang menekan bursa Eropa.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here