Pelemahan Awal Indeks Kospi Tertekan Penurunan Data Forex dan Kekuatiran Tiongkok

277

Pada pembukaan perdagangan bursa Korea Selatan Rabu (06/01), Indeks Kospi sempat dibuka positif, namun selanjutnya melemah. Saat ini terpantau turun -9,30 poin, atau -0,48 persen, pada 1921.23. Pelemahan indeks Kospi terpengaruh perlambatan pertumbuhan di Tiongkok dan juga melemahnya data Foreign Exchange Korea Selatan.

Lihat :Bursa Korsel Berakhir Positif Didorong Pernyataan Penguatan Ekonomi

Sejak anjloknya bursa Tiongkok sebesar 7% Senin lalu, maka kekuatiran perlambatan pertumbuhan Tiongkok kembali muncul. Kekuatiran tersebut berlanjut saat bursa Tiongkok lanjutan penurunan pada perdagangan kemarin.

Pagi ini telah dirilis data ekonomi Foreign Exchange Reserves Desember yang mencatatkan hasil $367.98 miliar, turun dari hasil sebelumnya pada $368.46 miliar.

Pada awal perdagangan bursa Korea Selatan, saham-saham yang menjadipemberat bursa adalah saham Korea Aerospace Industries yang turun -9,23%, saham Seha turun -7,26%, saham Hanchang Paper turun -6,19%, saham Korea Pacific No04 Ship Invstmnt turun -5,05%, saham Lg Innotek turun -5,05%.

Sedangkan untuk indeks kospi berjangka terpantau turun -1,85 poin atau -0,78% pada posisi 234.55, turun dari penutupan sebelumnya pada 236.40.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks Kospi berpotensi memelah terbatas merespon kekuatiran perlambatan Tiongkok dan belum adanya data fundamental yang menguatkan indeks. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 230.70-227.45 dan kisaran Resistance 236.86-239.67.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here