Harga Kopi Arabica Tertekan Berbagai Sentimen Bearish

921

Harga kopi arabica berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan Kamis dini hari (07/01) ditutup turun signifikan. Penurunan harga kopi arabica terpicu berbagai sentimen bearish yaitu pelemahan mata uang Real Brazil, curah hujan di Brazil dan kekuatiran perlambatan Tiongkok.

Mata uang Real Brasil pada penutupan perdagangan kemarin ditutup melemah 0,49% pada 4.0237, masih tertekan perkiraan PDB di Brazil akan berkontraksi lebih dari 3% tahun ini.

Penurunan Real Brazil juga memicu spekulasi bahwa produsen akan menjual barang dalam mata uang dolar mereka untuk menuai keuntungan yang lebih tinggi dalam mata uang lokal. Lemahnya mata uang di negara-negara produsen cenderung membuat harga kopi tetap rendah dalam waktu dekat.

Musim hujan masih terus berlangsung di negara Brazil, negara produsen terbesar dunia. Hal ini mendorong produksi tanaman kopi di Brazil.

Kekuatiran perlambatan Tiongkok lebih diperparah pekan ini setelah Caixin non-manufaktur Purchasing Managers ‘Index (PMI), ukuran aktivitas untuk sektor jasa, menunjukkan perlambatan laju pertumbuhan pada Rabu kemarin. Kekuatiran perlambatan Tiongkok bertambah dengan pemerintah Beijing melakukan dpresisi terhadap mata uang Yen. Hal ini tentu menjadi berita buruk bagi harga komoditas secara umum, karena Tiongkok adalah pembeli komoditas terbesar di dunia.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan Maret 2016 ditutup turun pada posisi 1,1995 dollar, turun sebesar -3,05 sen atau setara dengan -2,48 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk mengalami penurunan lanjutan dengan sentimen peningkatan persediaan kopi di negara-negara konsumen kopi dan semakin menguatnya dollar AS dengan dinaikkannya suku bunga AS.

Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level support di posisi 1,1700 dollar dan 1,1400 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dihadapi jika terjadi kenaikan ada pada posisi 1,2300 dollar dan 1,2600 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here