IHSG 7 Januari Berakhir Negatif Terpengaruh Pelemahan Bursa Global

486

Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (07/01), berakhir negatif, ditutup turun 1,70% pada 4530,45. Sementara itu indeks saham unggulan LQ45 ditutup turun 2,04% ke posisi 785.80. Pelemahan IHSG terdorong pelemahan bursa global akibat kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok dan pelemahan harga minyak.

Bursa Wall Street ditutup melemah dalam penutupan perdagangan dinihari tadi tertekan oleh kekhawatiran lanjutan tentang pertumbuhan ekonomi global, anjlonya harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik.  Indeks Dow Jones ditutup turun 1,47 persen, di 16,906.51, dengan penurunan tertinggi saham Chevron. S & P 500 ditutup turun 1,31 persen, pada 1,990.26, dengan sektor energi memimpin semua 10 sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup turun 1,14 persen, pada 4,835.76.

Pada perdagangan saham pagi Kamis (07/01), bursa Saham Tiongkok dihentikan dari seluruh perdagangan setelah indeks CSI300 anjlok lebih dari 7 persen pada awal perdagangan, memicu sirkuit pemutus pasar untuk kedua kalinya minggu ini. Anjloknya kembali bursa Tiongkok dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi Tiongkok dengan depresiasi mata uangnya serta anjloknya harga minyak.

Anjloknya bursa Tiongkok memerahka bursa Asia, dimana semua indeks utama kawasan Asia ditutup negatif dalam penutupan perdagangan siang ini.

Demikian juga bursa Eropa dibuka negatif tertekan kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok dan pelemahan harga minyak mentah.

Pada penutupan perdagangan saham Indonesia sore ini terpantau 70 saham menguat dan 226 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak lebih dari 3,73 miliar saham dengan nilai mencapai lebih dari 5,13 triliun rupiah, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih dari 186.207 kali.

Sore ini semua sektor juga ditutup di zona merah. Tercatat dana asing yang keluar dari pasar modal mencapai 466,32 miliar rupiah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan saham selanjutnya berpotensi melemah terbatas merespon pelemahan bursa global, namun diharapkan muncul fundamental kuat domestik yang dapat mengangkat IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4498-4462, dan kisaran Resistance 4564-4596.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here