Rupiah Kamis Ditutup Kuat Kalahkan Dollar

226

Mengakhiri perdagangan pasar valas tanah air hari keempat tahun 2016 (7/01), kurs Rupiah berhasil menguat kembali setelah perdagangan sebelumnya terpangkas oleh sentimen ketegangan yang terjadi di semenanjung Korea. Penguatan hari ini didorong oleh sentimen lebih menguntungkan investasi di tanah air dibanding negara merging market lainnya yang terlihat dalam pasar obligasi Rupiah hari ini.

Terpantau di pasar obligasi yield obligasi Indonesia naik 7,5 basis  poin  ke 8,82 persen dan menjadi yield tertinggi  dibandingkan dengan  negara Asean lainnya. Namun berbanding terbalik di bursa saham yang tercetak net sell Rp461 miliar sehingga IHSG menjadi anjlok 1,7 persen ke posisi 4530.

Dari sisi pergerakan indeks dollar AS perdagangan sore  ini terpantau  terkoreksi turun cukup dalam oleh profit taking pasar merespon polemik yang ada di pasar global serta anjloknya minyak mentah dunia. Sentimen tersebut  tampaknya akan menghiraukan data ekonomi positif klaim pengangguran Amerika yang diperkirakan akan menurun dari periode sebelumnya.

Pergerakan kurs Rupiah  di pasar spot sore  ini naik  0,11% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13927/US$ setelah  dibuka kuat pada level Rp13917/US$. Demikian kurs transaksi antar bank yang ditetapkan Bank Indonesia  hari ini melemah ke 14001   dari hari sebelumnya 13932 hari Rabu (6/01).

Namun untuk pergerakan kurs Rupiah keesokan harinya, Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Rupiah berpotensi alami penguatan lanjutan  oleh  proyeksi pelemahan dollar AS.

 

 

 

Joel/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here