Akhir Pekan Saham Diburu Pasar, Capex SMRA 2016 Lebih Rendah

518

Pergerakan saham PT Summarecon Agung Tbk.(SMRA) pekan pertama tahun  ini belum bisa cetak penguatan lanjutkan penguatan pekan sebelumnya meski secara teknikal sepanjang tahun 2015 saham ini alami penguatan hingga 8 persen lebih dari akhir tahun 2014. Namun hari ini saham banyak diburu pasar sehingga masuk jajaran top gainers.

Melihat target marketing sales dan anggaran capex di tahun 2016, SMRA menargetkan target marketing sales 50% dari proyek landed house dan 50% dari highrise building. Target marketing sales tahun sekitar Rp4,5 triliun dan sudah mencapai per Q32015 sekitar Rp2triliun. Sedangkan capexnya dianggarkan  Rp2,7 triliun atau turun dari Rp3 triliun di tahun 2015, dan serapan capex tahun lalu sekitar Rp2 triliun lebih. 

Untuk kinerja keuangannya terakhir, sepanjang periode Q3 2015, SMRA berhasil membukukan laba bersih  sebesar Rp807,29 miliar atau Rp55,96 per saham atau turun 7,46 persen lebih dari periode Q3-2014  yang hanya mencapai Rp872,37 miliar atau Rp60,47 per saham . Hal tersebut disebabkan melonjaknya beban keuangan ditengah naiknya pendapatan perseroan pada periode tersebut.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (8/01)  saham SMRA dibuka pada level 1600 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1585 dan bergerak dalam kisaran 1600-1575  dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 48  ribu lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMRA pekan ini  bergerak bearish dan  saat ini  indikator MA   bergerak datar   dan  indikator Stochastic juga bergerak datar di area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar  didukung oleh +DI yang   bergerak datar yang menunjukan pergerakan SMRA dalam potensi sideways. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju rekomendasi trading  hingga pekan depan pada target level support di level Rp1553  hingga target resistance di level Rp1618.

 

 

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here