Awal Indeks Nikkei Dilemahkan Kekuatiran Tiongkok dan Pelemahan Minyak

424
Photo by Vibizmedia

Bursa Jepang pada awal perdagangan Jumat (08/01) dibuka negatif, terpantau turun -129,44 atau -0,73 persen di 17,637.90. Pelemahan indeks Nikkei tertekan pelemahan bursa AS dan Eropa yang melemah akibat kekuatiran ekonomi Tiongkok. Pelemahan juga terganjal merosotnya harga minyak mentah.

Lihat :  Penutupan Bursa Jepang Tergelincir Penguatan Yen

Bursa Wall Street merosot pada penutupan perdagangan Jumat dinihari tadi (08/01), tertekan kekuatiran pertumbuhan ekonomi global dengan devaluasi Yuan yang semakin meningkatkan kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok dan merosotnya harga minyak mentah. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 2,32 persen, di 16,514.10. Indeks S & P 500 ditutup turun 2,37 persen, pada 1,943.09. Indeks komposit Nasdaq ditutup turun 3,03 persen, pada 4,689.43.

Harga minyak mentah berjangka AS merosot ke posisi terendah 12 tahun pada penutupan perdagangan Jumat dinihari tadi (08/01) , dipicu kekhawatiran penurunan permintaan Tiongkok dan pembengkakan pasokan minyak mentah AS. Harga minyak mentah Brent turun 45 sen pada 33,78 dollar per barel. Sedangkan harga minyak mentah WTI turun 70 sen, atau 2,06 persen, pada 33,27 dollar per barel.

Pada awal perdagangan bursa Jepang, saham energi Jepang Inpex dan Japan Petroleum turun masing-masing 1,16 persen dan 0,32 persen. Laporan-laporan mengatakan Menteri Ekonomi Jepang Akira Amari mengatakan terus menurunnya harga minyak, meskipun bukan pertanda baik bagi perekonomian dunia, akan meningkatkan perdagangan Jepang.

Sementar itu, saham Fast Retailing Jepang jatuh 6,17 persen setelah perusahaan memangkas prospek laba setahun penuh menjadi 180 miliar yen ($ 1,5 miliar) untuk tahun ini hingga akhir Agustus. Laporan-laporan mengatakan perusahaan melihat penurunan 12 persen dalam penjualan Desember pada tahun di gerai Uniqlo domestik karena cuaca hangat. Perkiraan sebelumnya sekitar 200 miliar yen dalam keuntungan.

Dalam berita ekonomi, Kementerian Keuangan negara itu mengatakan cadangan devisa pada akhir Desember mencapai $ 1,23 triliun.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau positif, naik 50 poin atau 0,28% pada 17,710, naik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 17,660.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya hari ini, indeks diperkirakan masih berpotensi melemah terbatas merespon pelemahan bursa global dan kekuatiran ekonomi Tiongkok. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 17,399-16,886, dan kisaran Resistance 18,367-18,821.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here