Harga Kopi Arabica Tergerus Kekuatiran Tiongkok

329

Harga kopi arabica berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan Jumat dini hari (08/01) ditutup turun. Harga kopi menjadi lebih murah dengan adanya kekuatiran permintaan Tiongkok.

Anjloknya bursa Tiongkok untuk kedua kalinya, menekan harga kopi arabica. Hal yang sama terjadi saat bursa Tiongkok anjlok sebesar 7% Senin lalu.

Kemarin, Indeks Shanghai anjlok 7,32 persen pada saat perdagangan dihentikan, sementara indeks Shenzhen anjlok 8,34 persen. Indeks CSI300, indeks patokan terhadap yang menentukan pemutus sirkuit baru ditetapkan, jatuh 7,21 persen. Jika indeks yang naik atau turun 5 persen, pasar menghentikan semua perdagangan selama 15 menit. Jika bergerak 7 persen, perdagangan akan ditangguhkan selama sisa hari. Secara total pada perdagangan Kamis, saham China hanya diperdagangkan sekitar 15 menit.

Sebelum perdagangan, Bank Rakyat China (PBOC) menetapkan titik tengah yuan di 6,5646 per dolar, 0,5 persen lebih lemah dari kurs tetap Rabu, penurunan terbesar sejak devaluasi dimulai pada pertengahan Agustus. Dalam perdagangan spot, pasangan dolar-yuan berada di 6,5906. Harapan yuan akan terus melemah dapat memacu arus keluar dari investasi China.

Hal ini memberikan sentimen kekuatiran perlambatan pertumbuhan Tiongkok, dimana menjadi berita buruk bagi harga komoditas secara umum, karena Tiongkok adalah pembeli komoditas terbesar di dunia.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan Maret 2016 ditutup turun pada posisi 1,1845 dollar, turun sebesar -1,50 sen atau setara dengan -1,25 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk mengalami penurunan lanjutan dengan sentimen peningkatan persediaan kopi di negara-negara konsumen kopi dan semakin menguatnya dollar AS dengan kenaikan suku bunga AS.

Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level support di posisi 1,1550 dollar dan 1,1250 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dihadapi jika terjadi kenaikan ada pada posisi 1,2150 dollar dan 1,2450 dollar.

 

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here