Penguatan Pound Terpangkas di Sesi Eropa, Data Trade Balance Dihiraukan

686

Kurs pound yang berhasil menguat diawal perdagangan sesi Asia setelah 9 hari perdagangan sebelumnya anjlok parah, dibayangi pergerakan bearish kembali. Kekuatan dollar AS sejak sesi Asia berusaha menggerus kembali kekuatan pound meski data trade balance Inggris bulan November cukup positif.

Data ekonomi yang positif  tersebut menunjukkan defisit  perdagangan negara Inggris pada bulan November berhasil berkurang dari 11,2B menjadi 10,6B. Namun data positif ini tidak mengubah perhatian pasar terhadap dollar meski data NFP malam nanti diperkirakan terkoreksi.

Kekuatan dollar hingga perdagangan sore ini didapat dari surutnya ketegangan akan kondisi Tiongkok, dimana bursa saham Tiongkok berhasil ditutup positif demikian juga dengan nilai mata uangnya yuan terhadap dollar berhasil menguat oleh intervensi pemerintah terhadap pasar keuangan negeri tersebut. Dampak pulihnya kondisi Tiongkok tersebut juga mengangkat harga minyak mentah. 

Pergerakan kurs pound di sesi Eropa (1125:35 GMT) bergerak lemah  terhadap dollar AS, setelah dibuka lemah  pada 1.4617  di awal perdagangan (00.00 GMT), pair GBPUSD naik 5 pips atau 0,01% dan nilai bergulir berada pada 1,4622.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan besok, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD akan turun terus  ke kisaran  support 1.4546 – 1.4475. Namun jika terjadi revisi dapat naik ke kisaran resisten   1.4665 – 1.4713.  

 

 

 

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here