Harga Kakao Akhir Pekan Menguat Seiring Peningkatan Permintaan Coklat

280

Harga kakao berjangka ICE Futures rebound pada akhir perdagangan Sabtu dinihari (09/01). Kenaikan harga kakao terpicu menguatnya permintaan coklat, sementara produksi kakao belum dapat mengimbangi permintaan tersebut.

Kenaikan harga ini merupakan rebound setelah sejak akhir tahun 2015 sampai perdagangan Jumat kemarin, harga kakao terus tertekan.

Tahun lalu harga coklat meningkat lima persen. Jumlah yang dikonsumsi di Jerman selama bertahun-tahun tetap stabil pada sekitar sembilan kilo per orang – setara dengan 90 bar. Dengan selera untuk coklat tumbuh semakin tingi di banyak negara di seluruh dunia, produksi kakao terutama di Afrika, tidak mampu menghasilkan bahan yang dibutuhkan dalam kecepatan yang sama. Hal ini dianggap sebagai alasan utama untuk kenaikan harga.

Di akhir perdagangan Sabtu dini hari harga kakao berjangka kontrak Maret 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 54 dollar atau 1,82 persen pada posisi 3.017 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan menguat dengan perkiraan masih adanya kekuatiran hambatan produksi di negara-negara produsen kakao.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level resistance pada posisi 3.070 dollar. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 3.120 dollar. Sedangkan level support yang akan dites jika terjadi koreksi ada pada 2.970 dollar dan 2.920 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here