IHSG 11 Januari Ditutup Negatif Tertekan Pelemahan Global Akibat Kekuatiran Tiongkok

330

Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Senin (11/01), berakhir negatif, ditutup turun signifikan 1,78% pada 4465,48. Sementara itu indeks saham unggulan LQ45 ditutup turun 2,10% ke posisi 773.44. Pelemahan IHSG tertekan pelemahan bursa global akibat kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok dan pelemahan minyak mentah.

Bursa saham Wall Street Saham ditutup turun pada pentupan perdagangan Sabtu dinihari (09/01) karena kekhawatiran Tiongkok dan perlambatan ekonomi global. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 1,02 persen, di 16,346.45. Indeks S & P 500 ditutup turun 1,08 persen, pada 1,922.03. Indeks Nasdaq turun atau 0,98 persen, pada 4,643.63.

Bursa Asia juga ditutup di zona merah sore ini, terpukul oleh anjloknya Indeks Shanghai lebih dari 5%. Semua indeks kawasan utama Asia berada di teritori negatif.

Sementara itu bursa Eropa juga dibuka negatif, tertekan kekuatiran Tiongkok dan pelemahan bursa Wall Street.

Pada penutupan perdagangan saham Indonesia sore ini terpantau 60 saham menguat dan 221 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak lebih dari 3,19 miliar saham dengan nilai mencapai lebih dari 4,00 triliun rupiah, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih dari 187.188 kali. Sore ini semua sektor ditutup di zona merah.

Sore ini telah dirilis data indikator ekonomi Retail Sales (YoY) November, yang membukukan hasil 10,2%, meningkat dari hasil sebelumnya pada 8,7%.

Sore ini juga kurs Rupiah ditutup menguat terhadap dollar AS. Pasangan USDIDR ditutup melemah 0,25% pada 13.890.

Namun positifnya data Retail Sales dan menguatnya Rupiah belum mampu mengangkat naik IHSG.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan saham selanjutnya berpotensi melemah terbatas tertekan pelemahan global akibat anjloknya indeks Shanghai dan pelemahan minyak mentah. Namun diharapkan investor mencermati optimisme ekonomi Indonesia dengan adanya data Retail Sales yang positif dan Rupiah yang menguat, diharapkan dapat mendukung IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4432-4393, dan kisaran Resistance 4500-4533.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here