Targetkan Pertambahan Debitur 3 kali lipat, Saham BBNI Sideways

289

Pergerakan saham PT. Bank Negara Indonesia (BBNI) yang  pekan lalu alami pelemahan secara mingguan mengkoreksi penguatan pekan sebelumnya, jelang akhir perdagangan pertama pekan ini terus terkoreksi dari penguatan akhir pekan lalu dan terpangkas cukup signifikan.

Secara fundamental kinerja keuangan perusahaan ini cukup kuat dengan indikasi peningkatan laba sepanjang tahun 2015 lalu dan juga perusahaan menargetkan pertambahan jumlah debitur KUR hingga 3 kali lipat. Sebelumnya pada tahun 2015, BBNI berhasil dapatkan 122000 debitur KUR dengan total kredit mencapai Rp3 triliun.

Melihat kinerja keuangan terakhir, pada periode Q3 lalu BBNI hanya memperoleh laba bersih sebesar Rp6 triliun sedangkan periode yang sama tahun 2014 bisa mendapatkan Rp7,6 triliun. Namun pada periode tersebut penyaluran kredit bank meningkat hingga 14,6 persen, jumlah kredit kuartal III mencapai Rp307,12 triliun sedangkan tahun 2014 sebesar Rp 267,94 triliun.

Selain itu Net Interest Margin (NIM) juga mengalami kenaikan sebesar 6,1% pada kuartal III/2014 naik menjadi 6,5 % pada kuartal III/2015. Jika dilihat dari rasio permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BNI terjadi peningkatan semula 16,2% menjadi 17,4%.

Untuk pergerakan sahamnya pada perdagangan hari Senin   (11/01), BBNI dibuka pada level 4975 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 5000  dan kini bergerak pada kisaran 4935 atau turun  1,3% dengan volume perdagangan saham baru mencapai 204 ribu  lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBNI  pekan lalu melemah dan kini  terpantau indikator MA bergerak datar   dengan indikator Stochastic  konsolidasi di  area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar    didukung oleh +DI yang turun dan  menunjukan pergerakan BBNI masih flat. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pekan ini pada target level support di level Rp4950 hingga target resistance di level Rp5090.
 

 

 

 

H Bara/VMN/VBN/  Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here