Akhir Bursa Korsel Tertekan Penurunan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

348
indeks kospi

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan Kamis (14/01), indeks Kospi ditutup turun -16,27 poin, atau -0,85 persen, pada 1900.01. Pelemahan indeks Kospi tertekan diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi Korsel oleh Bank of Korea.

Lihat : Pembukaan Indeks Kospi Ditekan Kekuatiran Pelemahan Harga Minyak Mentah

Bank sentral Korea Selatan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2016 dan menetapkan tingkat suku bunga tidak berubah Kamis, mengutip meningkatnya ketidakpastian global, utang rumah tangga dan kemerosotan harga minyak.

Dewan kebijakan moneter Bank of Korea menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi terbesar keempat di Asia untuk 3 persen dari 3,2 persen tiga bulan sebelumnya.

Bank of Korea (BOK) mempertahankan suku bunga acuan tetap pada 1,5% dengan pertimbangan berbagai sentimen negatif yaitu melonjaknya utang rumah tangga, volatilitas di pasar Tiongkok dan harga minyak mentah rendah.

Pada 30 September, total hutang rumah tangga Korea Selatan melonjak ke 1.166 triliun won ($ 962.800.000.000), tumbuh pada laju percepatan 10,4 persen pada 2015 dari 8,7 persen pada 2011.

Sedangkan untuk indeks kospi berjangka terpantau turun -1,40 poin atau -0,60% pada posisi 233.10, turun dari penutupan sebelumnya pada 234.50.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks Kospi berpotensi melemah terbatas merespon turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Korsel. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 230.37-227.45 dan kisaran Resistance 236.53-239.77.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here