BI Rate Dipangkas 25 BP Usai Serangan Teroris Sarinah

880

Seperti yang diperkirakan banyak pihak baik bankir, ekonom dan para pelaku pasar keuangan, Bank Indonesia akhirnya memangkas suku bunga utama atau BI rate untuk pertama kalinya dalam 11 bulan pada hari Kamis (14/01) mengakhiri 2 hari pertemuan bulanan Dewan Gubernur BI. BI beralasan penurunan BI rate dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang masih lemah. 

Dewan Gubernur Bank Indonesia, dipimpin oleh Gubernur Agus Martowardojo memotong suku bunga acuannya sebanyak seperempat poin atau 25 basis poin menjadi 7,25 persen.  Selain itu bank sentral tanah air juga memotong tingkat fasilitas pinjaman dan deposit facility rate, yang dikenal sebagai FASBI, dengan jumlah yang sama menjadi 5,25 persen dan 7,75 persen, masing-masing.

Indonesia Interest Rate

Perubahan BI rate sebelumnya terjadi pada bulan Februari 2015 dengan jumlah pemangkasan yang sama yaitu  sebesar 25 basis poin. Usaha melonggarkan kebijakan moneternya dalam 11 bulan terakhir menunjukkan usaha pemerintah dan bank sentral untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tanah air masih membutuhkan perpanjangan waktu lagi sebelum suku bunga dinaikkan.

Dan untuk kebijakan moneter berikutnya tidak tertutup kemungkinan BI akan melonggarkan kebijakannya setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi ekonomi domestik dan global bertahan  menjaga stabilitas sistem keuangan.

BI juga melihat, sekalipun belum dirilis namun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat 2015 belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, terlepas dari stimulus fiskal dan relaksasi kebijakan makroprudensial.

Keputusan BI rate ini dinilai dilakukan saat yang tepat disaat pasar keuangan negeri ini alami tekanan pasca serangan teroris yang terjadi di pusat bisnis Jakarta pagi tadi. Dimana bursa saham dan kurs Rupiah anjlok cukup signifikan.

 

 

H Bara/VMN/VBN/Analyst at Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here