Serangan Teroris Sarinah Tidak Menganggu Stabilitas Moneter

204

Pasca serangan teroris yang terjadi pada Kamis pagi (14/01), Presiden RI Joko Widodo sampaikan keprihatinannya dan juga menenangkan masyarakat untuk tidak takut. Selain himbauan Presiden, dari pembuat kebijakan moneter tanah air umumkan kegiatan perbankan nasional tetap berjalan dengan normal. Pengumuman ini menunjukkan kondisi perekonomian dan moneter bangsa ini tidak terganggu oleh serangan teroris di Sarinah.

Bank Indonesia umumkan  bahwa kegiatan operasional bank sentral tersebut baik terkait sistem pembayaran tunai maupun non tunai pada hari ini tetap berjalan normal. Sebagai bank sentral suatu negara BI bertanggung jawab menjaga kestabilan moneter dan juga pasar keuangan tanah air.

Karenanya jika terjadi suatu kondisi yang tidak kondusif bagi transaksi keuangan yang ada, Bank Indonesia dapat menghentikan aktivitas perbankan dan juga pasar keuangan. Dalam pemberitahuan di laman resminya, BI akan senantiasa melakukan pemantauan kemungkinan dampak gangguan pagi tadi  terhadap pelaksanaan kegiatan sistem pembayaran, dan memastikan sistem pembayaran nasional tetap berjalan efisien, lancar, dan aman.

Sebagai informasi, Bank Indonesia juga hari ini mengumumkan pelonggaran kebijakan moneternya dengan memangkas suku bunga acuannya atau biasa disebut BI rate sebanyak 25 basis poin menjadi 7,25%. Pemangkasan ini dilakukan untuk pertama kalinya dalam 11 bulan terakhir.

 

 

H Bara/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here