Harga Emas Turun Terganjal Kenaikan Minyak Mentah dan Penguatan Wall Street

661

Harga emas turun pada penutupan pedagangan Jumat dinihari (15/01) dengan menguatnya harga minyak dari posisi terendah 12-tahun dan hasil positif bursa Wall Street, menghambat daya tarik emas sebagai safe haven.

Harga emas spot turun 1,57 persen pada 1,075.86 dollar per troy ons.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Februari berada pada 1.073,60 dollar per troy ons, turun $ 13,50. Terakhir diperdagangkan turun $ 11,20 pada 1,075.90 dollar per troy ons.

Harga logam mulia ini mencapai tertinggi dua bulan di $ 1.112 pekan lalu karena anjloknya bursa saham Tiongkok. Saham jatuh lebih jauh di Eropa pada hari Kamis, tapi Wall Street dibuka lebih tinggi, mempertahankan kinerja yang kuat di sore hari.

Harga patokan minyak mentah berjangka Brent pulih naik 0,7 persen pada hari Kamis setelah meluncur ke terendah mereka sejak Februari 2004 sebagai prospek peningkatan produksi dari Iran menambahkan kekenyangan minyak dan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global.

Penurunan harga minyak telah membantu menekan ekspektasi inflasi jangka panjang, kekuatan yang dapat mengangkat harga emas.

Retret di euro dari tertinggi sebelumnya setelah risalah dovish dari pertemuan Desember Bank Sentral Eropa menambah tekanan pada emas, sementara beberapa investor tampaknya akan menguangkan beberapa keuntungan sesi sebelumnya, kata para dealer.

Harga logam mulia lainnya, harga perak turun 2,37 persen menjadi $ 13,82 per ons, menghapus sebagian besar keuntungan hari sebelumnya. Harga Paladium naik 0,63 persen pada $ 489,70 per ons, sementara harga platinum turun 1,90 persen pada $ 835 per ons.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi melemah dengan penguatan dollar setelah kenaikan suku bunga AS dan kenaikan selanjutnya di tahun 2016 ini. Diperkirakan harga emas akan mencoba menembus level Support 1,074-1,072, dan jika harga rebound akan mencoba menembus level Resistance 1,078-1,080.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here