Harga Timah Stagnan Mencermati Perkembangan Tiongkok

1196

Harga timah di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Jumat (15/01) berada dalam posisi stagnan. Harga komoditas logam industri ini berada dalam posisi yang sama dengan harga penutupan kemarin.

Perdagangan harga timah stagnan, karena investor masih mencermati perkembangan ekonomi Tiongkok dan belum ada data fundamental maupun sentimen lain yang dapat mempengaruhi pergerakan harga timah.

Bursa glogal juga terpantau mixed. Bursa Wall Street pada penutupan perdagangan dinihari tadi ditutup positif. Sedangkan sebelumnya, pasar Eropa ditutup negatif pada malam harinya. Sore ini, bursa Asia juga ditutup di zona merah, termasuk bursa Shanghai turun-3,51%

Dari data ekonomi pertumbuhan pasokan uang Cina menurun menjadi 13,3 persen dari 13,7 persen, kredit baru menunjukkan kelemahan datang pada 598 miliar yuan, turun dari 709 miliar yuan, tetapi perusahaan mengangkat lebih banyak uang melalui penjualan obligasi dan di sektor perbankan swasta.

Data yang akan dirilis kemudian meliputi keseimbangan anggaran pemerintah Perancis, survey kondisi kredit Inggris, output konstruksi, indikator terkemuka dan neraca perdagangan Uni Eropa, ada juga pertemuan Ecofin. Data AS meliputi: penjualan ritel, PPI, data manufaktur Empire State, produksi industri, pemanfaatan kapasitas, belanja konsumen, ekspektasi inflasi dan persediaan bisnis. Anggota FOMC William Dudley juga berbicara.

Para pelaku pasar timah masih mencermati perkembangan ekonomi Tiongkok dan global, diharapkan ada kebijakan dan stimulus dari pemerintah Beijing yang dapat menguatkan ekonomi Tiongkok.

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau stagnan. Harga logam industri ini diperdagangkan pada posisi 13.300 dollar per ton, sama dengan hasil penutupan perdagangan akhir pekan jumat kemarin.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga timah Malaysia pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah tertekan kekuatiran perlambatan pertumbuhan Tiongkok dan penguatan dollar dengan dijalankannya kenaikan suku bunga AS dan juga masih lemahnya permintaan . Harga timah akan menghadapi level Support di posisi 13.200 dollar dan 13.100 dollar. Akan tetapi jika terjadi penguatan harga timah akan menghadapi level Resistance di 13.400 dollar dan 13.500 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here