Bursa Jepang Berakhir Negatif Tertekan Ekonomi Domestik dan Kinerja Buruk Saham Utama

675
indeks nikkei

Di akhir perdagangan bursa saham Jepang Senin (18/01), indeks Nikkei berakhir negatif, turun –191,54 poin, atau -1,12 persen, di 16,955.57. Pelemahan indeks Nikkei tertekan kekuatiran ekonomi Jepang dan kinerja buruk saham utama.

Lihat : Indeks Nikkei Dibuka Negatif Terpicu Penguatan Yen dan Pelemahan Minyak Mentah

Pagi tadi telah dirilis data indikator ekonomi Jepang yang didominasi pelemahan.

Industrial Production  (YoY) Final November membukukan hasil 1.7%, naik dari perkiraan survey ekonom 1.6%, naik lebih tinggi dari hasil sebelumnya pada -1.4%.

Industrial Production  (MoM) Final November membukukan hasil -0.9%, turun dari perkiraan survey ekonom -1.0%, turun jauh dari hasil sebelumnya pada 1.4%.

Capacity Utilization (MoM) November membukukan hasil -0.1%, turun dari hasil sebelumnya pada 1.3%.

Tertiary Industry Index (MoM) November membukukan hasil -0.8%, turun dari hasil sebelumnya pada 0.9%.

Hasil negatif ini tentu menjadi gambaran bahwa ekonomi Jepang memerlukan penguatan.

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan pada hari Senin ekonomi adalah kemungkinan akan terus pulih moderat meskipun efek dari perlambatan pasar negara berkembang pada ekspor dan output.

“BOJ akan melakukan penyesuaian kebijakan yang diperlukan dengan mata pada risiko terbalik dan downside ke ekonomi dan harga,” kata Kuroda dalam pidato kepada para manajer cabang regional bank sentral berkumpul untuk pertemuan triwulanan.

BOJ akan merilis sebuah laporan pada 02:00 (0500 GMT) menganalisis kondisi ekonomi daerah daerah di Jepang. Laporan ini akan mencakup survei rencana kenaikan upah korporasi.

Sementara itu kemerosota harga minyak mentah juga menekan bursa Jepang. Harga minyak mentah berjangka memperpanjang kejatuhan mereka selama perdagangan Asia. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,18 persen pada $ 28,78 per barel, setelah turun 6,33 persen pekan lalu. Minyak mentah berjangka Brent turun 2,66 persen di $ 28,17 per barel; itu jatuh 8,27 persen selama pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham-saham utama mengalami penurunan.

Saham perminyakan Jepang ditutup turun. Saham Inpex Jepang turun 1,45 persen dan saham Japan Petroleum turun 2,05 persen.

Saham Jepang memperpanjang penurunan dengan saham ekspor utama tergelincir . SahamToyota, Nissan dan Sharp berakhir di zona merah, turun antara 0,25 persen hingga 1,60 persen.

Indeks kelas berat Fast Retailing ditutup 0,73 persen.

Saham Toshiba melihat keuntungan Senin, dengan saham naik 2,45 persen setelah berita bahwa Fujifilm berencana mengajukan tawaran untuk memilii sepenuhnya unit alat medis elektronik, Toshiba Medical Systems. Laporan-laporan mengatakan Hitachi, Canon dan Sony juga berada di antara pihak yang berkepentingan mengincar unit bisnis.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka juga terpantau turun -290 poin atau -1,69% pada 16,860, naik dari perdagangan sebelumnya pada 17,150.

Pada Senin depan, akan ada data indikator ekonomi yang akan dirilis yaitu data Industrial Production November baik secara bulanan maupun secara tahunan, yang diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan mixed.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Nikkei pada selanjutnya akan berpotensi melemah terbatas dengan kekuatiran domestik, juga kekuatiran Tiongkok dengan perkiraan hasil GDP yang negatif, juga potensi pelemahan harga minyak mentah. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 16,370-15,875, dan kisaran Resistance 17,394-17,888.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here