Saham Masih Mengesankan, BJBR Biayai Bandara Kertajati dan Tol Trans Sumatera

187

Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo meresmikan groundbreaking bandara internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) menjadi bank yang membiayai pembangunan bandara senilai Rp2,5 triliun tersebut. Pembangunan infrastruktur tanah air cukup menopang bisnis BJBR yang banyak membiayai proyek-proyek infrastruktur yang tidak hanya di Jawa Barat.

Dari proyek-proyek infrastruktur tersebut paling banyak BJBR membiayai proyek-proyek jalan tol dan pembangkit listrik. Dari pembangunan pembangkit listrik saja BJBR kerjakan 13 pembangkit lstrik yang tersebar di seluruh tanah air. Dan untuk tahun 2016, selain membiayai proyek bandara Kertajati  juga membiayai pembangunan jalan tol trans Sumatera.

BJBR berhasil meraih kinerja saham yang cukup baik diantara saham-saham perbankan lainnya sepanjang tahun 2015 lalu. Kinerja tersebut juga didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang cukup menggembirakan.

Untuk tahun 2016 BJBR menetapkan target marketing salesnya lebih rendah sedikit dari target tahun 2015 di Rp3,4 triliun. Emiten pengembang kawasan superblok Kota Kasablanka menargetkan marketing sales tahun ini Rp3,1 triliun dan untuk mendukungnya BJBR anggarkan capex sama dengan tahun lalu Rp2 triliun.

Melihat kinerja keuangannya terakhir, BJBR mencatat pendapatan bersih triwulan III 2015 sebesar Rp3.5 triliun, mengalami peningkatan dari periode pada tahun 2014 sebesar Rp2.7 triliun. Untuk Recurring revenue Perseroan mencapai Rp.1.6 triliun  bila dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp.1.4 triliun. 

Melihat pergerakan sahamnya di lantai bursa perdagangan saham pada hari Senin (18/01) saham BJBR dibuka pada level 860 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di posisi 855.  Dan hingga perdagangan sore ini saham bergerak turun dalam kisaran  860-840 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 48 ribu lot saham.    

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal,  harga saham BJBR sejak awal tahun bergerak konsolidasi. Terpantau indikator MA masih bergerak naik. Namun indikator Stochastic  bergerak datar di area jenuh beli.  

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar demikian juga +DI bergerak turun yang menunjukan pergerakan BJBR dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pekan ini pada target level support di level Rp844-830 hingga target resistance di level Rp875-877.

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here